Citibank Bukukan Laba Bersih Rp1,9 Triliun di Kuartal III/2020

Media Asuransi – Citibank N A Indonesia (Citibank) melaporkan laba bersih sebesar Rp1,9 triliun pada kuartal ketiga tahun 2020. Meskipun dalam ketidakpastian ekonomi, Citibank tetap mencatatkan kinerja yang positif dan berhasil mencatatkan Return on Equity (RoE) sebesar 15 persen dan Return on Assets (RoA) sebesar 3,9 persen, sebagaimana dikutip Media Asuransi, Jumat, 13 November 2020.

Citibank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp2 Triliun di 2018

Dalam kondisi pandemi Covid-19, portofolio kredit Citibank di akhir kuartal ketiga meningkat 6 persen secara year-to-date (ytd) atau Januari-September 2020, menjadi Rp47,4 triliun. Kontribusi utama pertumbuhan portfolio kredit berasal dari lini bisnis Institutional Banking, terutama pada sektor industri manufaktur, pertanian dan kehutanan serta perantara keuangan.

Selama periode tersebut, Citibank juga meningkatkan cadangan kerugian kredit sejalan dengan dampak pandemi yang sedang berlangsung. Meskipun demikian, Citibank tetap melaporkan Non Performing Loans (NPL) yang stabil yakni NPL gross sebesar 2,8 persen dan NPL net sebesar 0,3 persen.

Pertumbuhan portofolio kredit Citibank hingga 9 bulan pertama 2020, ditunjang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) berkelanjutan yang tumbuh sebesar 10 persen. Hal ini memungkinkan Citibank untuk mencatatkan rasio lending-to-funding (LDR) yang sehat sebesar 76,6 persen. Selain sangat likuid, Citibank juga memiliki tingkat kecukupan modal yang sangat baik dengan rasio KPMM sebesar 26,5 persen.

CEO Citibank Indonesia, Batara Sianturi, mengatakan bahwa di tengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga tingkat likuiditas dan meningkatkan kecukupan modal. “Neraca kami memiliki kapasitas untuk terus melayani kebutuhan nasabah kami. Dengan penekanan yang kuat pada manajemen risiko, kami akan terus melayani secara hati-hati di masa-masa penuh tantangan ini,” katanya.

Citi memperkirakan bahwa pemulihan perekonomian Indonesia akan terus berlanjut di beberapa kuartal mendatang. Dimulainya kembali reformasi melalui Omnibus Law, telah memberikan sinyal positif bagi para investor global.

Sementara itu, pemulihan ekspor yang cukup pesat dan minat investor global terhadap investasi ke aset Indonesia mulai pulih, di saat impor relatif masih lemah. Kombinasi tersebut telah membantu meningkatkan keseimbangan antara penawaran dan permintaan valuta asing di pasar valuta asing, yang berujung pada penguatan Rupiah.

Di tengah inflasi yang masih rendah, bank memperkirakan bahwa stabilitas mata uang dapat membuka ruang untuk penurunan suku bunga yang lebih banyak, yang selanjutnya dapat mendukung pemulihan ekonomi.

Dari lini Retail Banking, Citibank baru saja meluncurkan AIA Simply Love di tanggal 21 Oktober 2020, yang merupakan asuransi endowment bersama perusahaan asuransi jiwa AIA, yang memberikan akses terhadap perencanaan pensiun jangka panjang serta pendidikan. Asuransi ini melayani berbagai jangka waktu perencanaan dengan 4 pilihan periode pertanggungan asuransi yang berbeda, mulai dari 20 hingga 50 tahun.

Dari Digital Banking, Citibank telah mengaplikasikan berbagai fitur untuk menciptakan customer journey yang mulus di aplikasi Citi Mobile, termasuk kemampuan untuk melihat e-statement dengan aman. Citi juga meningkatkan kapasitas digitalnya melalui peningkatan fitur Mobile Token dan Push Notification untuk memfasilitasi kebutuhan perbankan nasabah setiap hari.

Di unit Treasury and Trade Solutions (TTS), Citibank melihat pertumbuhan yang pesat dalam hal jumlah klien di platform perbankan korporat berbasis web, CitiDirects. Pengguna platform ini mengalami peningkatan sebesar 12 persen, pertumbuhan pengguna seluler atau tablet sebesar 53persen, dan peningkatan penggunaan dokumen elektronik sebesar 66 persen secara year-on-year (yoy).

Citibank juga meluncurkan sejumlah inisiatif untuk para nasabah di tengah pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung. Di antaranya, Citibank meluncurkan program keringanan kredit di bulan April 2020 untuk melengkapi program yang sudah ada sebelumnya, sesuai arahan OJK, guna membantu nasabah yang kesulitan memenuhi kewajibannya kepada bank akibat pandemi.

Pada periode April hingga September 2020, Citibank juga telah mengeluarkan Rp359 miliar dalam bentuk pinjaman untuk berbagai program keringanan untuk mengatasi kelanggengan dan tingkat pengurangan arus kas nasabah. Citibank juga menurunkan pembayaran minimum bulanan kartu kredit dari 10 persen menjadi 5 persen, suku bunga bulanan menjadi 2 persen, dan biaya keterlambatan pembayaran menjadi 1 persen atau maksimum Rp100.000 sejak bulan Mei 2020, sesuai arahan dari Bank Indonesia. Edi