DAI Adakan Kegiatan Hari Asuransi 2020

Media Asuransi – Dewan Asuransi Indonesia (DAI) berpandangan bahwa pandemi Covid-19 telah memberi dampak kepada penurunan jumlah pendapatan premi yang dialami oleh seluruh sektor perasuransian. Jika dibandingkan jumlah pendapatan premi yang diterima, secara tahunan (year on year/yoy), terjadi penurunan sebesar -2,5 persen untuk asuransi jiwa dan penurunan -0,10 persen untuk asuransi syariah di semester pertama, serta penurunan -6,1 persen untuk asuransi umum untuk kuartal kedua tahun ini.

Ketua Umum DAI HSM Widodo menyampaikan bahwa dalam menghadapi kondisi dan situasi yang terjadi saat ini, diperlukan adaptasi proses bisnis dan operasional dalam strategi bisnis perusahaan perasuransian ke depan agar industri dapat bangkit dan tumbuh seperti tahun-tahun sebelumnya. Penerapan online system pada aktivitas dan operasional perusahaan bisa menjadi salah satu solusi, namun diperlukan percepatan adaptasi inovasi agar bisa memulai peralihan ke sistem digitalisasi dalam kondisi saat ini,”kata Widodo dalam jumpa pers secara virtual Hari Asuransi 2020 di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020.

Harapannya, lanjut Widodo, dengan adanya perubahan sistem yang dilakukan perusahaan tersebut maka akan terjadi peningkatan inklusi keuangan khususnya di industri perasuransian yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Hal ini sebagaimana tertuang pula dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Industri perasuransian, menurut Widodo, juga terus berupaya meningkatkan penetrasi asuransi melalui literasi inklusif kepada semua segmen masyarakat. Dengan adanya dorongan dari sisi internal dan eksternal industri perasuransian yang dilakukan saat ini, diharapkan ke depannya penyedia layanan asuransi dapat menciptakan dan memperkenalkan asuransi dengan fitur produk yang mudah dipahami dan dibutuhkan.

Widodo mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh industri perasuransian ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai upaya dalam meningkatkan literasi dan inklusi asuransi. Kegiatan Hari Asuransi 2020 mengambil tema “Mari Berasuransi” dan Sub tema “Aksi Literasi Asuransi Inklusif untuk Industri Asuransi yang Maju dan Modern”.

Melalui kegiatan ini, lanjut Widodo, diharap dapat tergambar tujuan bersama industri perasuransian dalam meningkatkan pemahaman asuransi. Khususnya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, untuk mendorong ketersedian akses dan layanan keuangan yang maju dan modern yang bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Di tengah pandemi Covid19, ujar Widodo, bentuk kegiatan yang relevan dilakukan adalah webinar literasi dan edukasi asuransi oleh semua asosiasi industri perasuransian dan perusahaan-perusahaan perasuransian. Peringatan Hari Asuransi tahun 2020 juga dilakukan dengan kegiatan Industry Social Responsibility yang ditujukan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

 Guna mendorong peningkatan penetrasi asuransi melalui literasi inklusif ke semua segmen masyarakat, DAI bersama seluruh asosiasi perasuransian anggotanya terdiri dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi Jaminan Sosial Indonesia (AAJSI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO), Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia (APKAI), Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), Perkumpulan Ahli Manajemen Jaminan dan Asuransi Kesehatan Indonesia (PAMJAKI), Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI), Indonesia Senior Executive Association (ISEA), Islamic Insurance Society (IIS) dan Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) kembali menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi asuransi pada perayaan “Hari Asuransi 2020” untuk yang ke-15 kalinya sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2006. Wiek

%d bloggers like this: