Dana Perlindungan Pemodal Naik Rp100 Juta

Media Asuransi Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui anak usahanya PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Indonesia (P3IEI) atau Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF)  telah menaikan batas maksimal ganti rugi untuk setiap Pemodal sebesar Rp 100 juta menjadi Rp200 juta.

Demikian juga dengan setiap Kustodian, SIPF juga menaikan batasan maksimalnya  dari Rp 50 miliar menjadi Rp100 miliar. Ketentuan tersebut telah dirilis secara resmi berdasarkan Surat Keputusan OJK No. Kep-69/D.04/2020 pada 23 Desember 2020 dan mulai diberlakukan pada 2 Januari 2021.

Direktur Utama Indonesia SIPF, Narotama Aryanto mengatakan, ketentuan batasan maksimal ganti rugi sebelumnya yang diberikan kepada Pemodal dan Kustodian ini diharapkan dapat semakin meningkatkan dan menumbuhkan kepercayaan pelaku pasar modal dan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

“Mekanisme penggantian atas kehilangan aset Pemodal, bila dibandingkan dengan Indonesia jumlah batasan maksimal ganti rugi yang diberikan relatif lebih besar. Untuk itu, besaran jumlahnya perlu ditinjau kembali untuk dinaikan agar dapat meningkatkan dan menumbuhkan kepercayaan pelaku pasar modal dan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia,” Narotama Aryanto dalam keterangan tertulis yang diterima Media Asuransi, Senin, 4 Januari 2021.

BEI Optimistis Hadapi Perdagangan Saham Tahun 2021

Pandemi Covid-19, lanjut Noratama membuat perekonomian dalam negeri semakin lesu, sehingga berimbas pada industri pasar modal Indonesia. Untuk itu, agar pasar modal kembali bergairah dan terus berkembang BEI dan SIPF memutuskan untuk menaikan jumlah batasan maksimal ganti rugi kepada Pemodal dan Kustodian.

Berdasarkan jumlah sub rekening efek (SRE) per November 2020 yang tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencapai 1.9 juta investor di pasar modal Indonesia telah dilindungi oleh DPP dan memenuhi kriteria perlindungan pemodal.

“Kita tahu semua sepanjang tahun 2020, para investor kita dikelilingi oleh beragam sentiment negative, muai dari keamanan, pemilihan umum hingga covid-19 baik di dalam maupun luar negeri,” jelasnya. One