Didominasi Generasi Milenial, ORI019 Cetak Rekor Penjualan Online sebesar Rp26,01 Triliun.

Media Asuransi Kementerian Keuangan mencatat dalam penerbitan ORI019  berhasil memecahkan rekor penerbitan SBN ritel secara online, baik dari sisi nominal, jumlah total investor, maupun jumlah investor baru yang didominasi oleh generasi milenial. Terdapat 48.731 investor yang berinvestasi ORI019, dimana 45,7 persen atau setara 22.268 investor merupakan investor baru.

ORI019 merupakan seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel pertama yang diterbitkan di awal tahun dan diterbitkan dengan kupon terendah sepanjang penerbitan SBN ritel tradable. Walaupun tidak ada ORI yang jatuh tempo di awal tahun, animo masyarakat sangat tinggi untuk berinvestasi di ORI019.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman Kementerian Keuangan telah melaksanakan Penetapan Hasil Penjualan Obligasi Negara Ritel seri ORI019 dengan total volume pemesanan pembelian ORI019 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp26,01 triliun.

“Untuk memenuhi tingginya animo masyarakat tersebut, Pemerintah melakukan penambahan kuota (upsize) selama masa penawaran ORI019. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari keikutsertaan dalam kegiatan edukasi yang dilaksanakan terkait penawaran ORI019. Penjualan ORI kali ini didukung dengan campaign dan kegiatan edukasi ke masyarakat melalui berbagai kegiatan online dan optimalisasi media sosial untuk memberikan informasi tentang investasi di pasar keuangan, khususnya investasi di SBN ritel,” kata Luki dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin 22 Februari 2021.

Baca Juga: 

Menurut Luki, pada pembukaan masa penawaran ORI019, berdasarkan jumlah investor, Generasi Milenial mendominasi investor ORI019 dengan porsi sebesar 37,5 persen, namun secara nominal masih didominasi oleh generasi Baby Boomers yang tercatat sebesar 38,6 persen. Sementara itu, berdasarkan profesi, jumlah investor ORI019 didominasi Pegawai Swasta yaitu sebesar 33,8 persen.

Sedangkan secara nominal, investor yang berprofesi sebagai Wiraswasta masih mendominasi pemesanan ORI019 yang mencapai 46,6 persen. Dan berdasarkan gender, jumlah investor ORI019 didominasi investor perempuan (58%). Apabila ditilik berdasarkan profesi investor, ibu rumah tangga menduduki peringkat tiga besar investor ORI019.

“Angka yang menggembirakan sebagai hasil dari upaya yang dilakukan terus menerus oleh pemerintah dan otoritas keuangan dalam memberikan edukasi investasi kepada masyarakat,” katanya.

Hal menarik lainnya, lanjut Luki, posisi ibu rumah tangga mencatatkan konsistensinya di tiga penerbitan ORI terakhir. Dimana, terdapat 1.925 investor yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga yang melakukan pemesanan dengan nominal Rp1 juta. Sejak penerapan Single Investor Identification (SID) terdapat 26.463 investor yang membeli SUN dan Ritel lebih dari 1 kali (repeating investors), atau sebanyak 54,3 persen dari total jumlah investor ORI019, dengan nominal pemesanan sebesar Rp16,49 triliun.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 42 investor  bahkan tidak pernah absen membeli SUN Ritel termasuk ORI019,” ungkapnya. 

Sementara itu, dilihat dari sebaran jumlah investor ORI019 berdasarkan kelompok usia dan profesi yang lebih rinci adalah sebagai berikut: Pada kelompok usia, generasi X yang merupakan kelahiran tahun 1965–1979 yang saat ini berusia  41-55 tahun mendominasi  sebesar 34,0 persen, sedangkan generasi milenial degan rentang waktu kelahiran antara tahun 1980 atau 2000 yang dikisaran usia 20-40 tahun menduduki posisi kedua mencapai 37,5 persen.

Sedangkan untuk posisi ketiga didominasi oleh generasi Baby Boomers (1946 – 1964) yang kini berusia 54–74 tahun sebesar 25,3 persen. Sementara, generasi Z yang lahir diatas tahun 2.000 yang kini berusia 20 tahunan atasu setara 1,0 persen dan generasi tradisional yang lahir diatas tahun 1945 atau sekitar 75 tahun mencapai 2,2 persen.

“Kami mencatat, dari sisi  profesi pegawai swasta masih mendominasi dengan 33,8 persen. Disusul, Wiraswasta 31,2 persern, Ibu Rumah Tangga 10,1 persen, Pelajar/Mahasiswa 4,9 persen, PNS/ TNI/ Polri 4,5persen, Pensiunan 3,3 persen,Pegawai Otoritas/Lembaga/BUMN/BUMD 2,4 persen, Profesional 2,6 persen dan Lainnya sebesar 7,2 persen. Dimana, dalam Pembagian usia generasi mengacu pada Sprague (2008), Casey and Denton (2006),” paparnya.

Diakuinya, pada penerbitan ORI019 kali ini Mitra Distribusi (Midis) bank masih mendominasi penjualan ORI019, baik dari nominal maupun jumlah investor. Untuk kelompok non-bank, nominal penjualan terbesar dicapai oleh Perusahaan Efek, sedangkan jumlah investor terbesar diperoleh oleh kelompok Fintech APERD.

“Konsistensi Pemerintah untuk menerbitkan SBN ritel secara reguler dilakukan sebagai bagian dari upaya pemenuhan target pembiayaan APBN tahun berjalan, serta memberikan alternatif investasi yang aman bagi masyarakat. Diharapkan, peningkatan kesadaran dan budaya berinvestasi masyarakat Indonesia, dalam jangka panjang, dapat turut mewujudkan kemandirian bangsa untuk pembiayaan pembangunan. Dana hasil penjualan ORI019 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2020, termasuk untuk program penanggulangan pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional,” pungkasnya. One

Leave a Reply