Emiten Emas Merdeka Copper (MDKA) Pertahankan Peringkat idA

Media Asuransi – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA untuk perusahaan tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2020 yang diterbitkan perseroan.

Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah “stabil”. Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Melalui keterangan resmi Pefindo yang dikutip Media Asuransi, Rabu 13 Januari 2021, Pefindo menjelaskan peringkat tersebut mencerminkan biaya tunai (cash cost) MDKA yang rendah, potensi perolehan pendapatan yang lebih tinggi dari proyek Acid Iron Metal (AIM), serta permintaan emas yang tinggi. “Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh sumber daya tambang yang terbatas, eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas dan cuaca yang tidak menguntungkan, dan risiko pengembangan tambang di daerah baru,” jelas Pefindo.

Baca juga: MTN Jatuh Tempo Mei 2021, Peringkat Pabrik Gula Rajawali I Dipangkas

Menurut Pefindo, peringkat dapat dinaikkan jika perusahaan yang 8,20 persen sahamnya dimiliki oleh saudara dari Menteri BUMN Erick Thohir itu mampu meningkatkan profil tambang dengan memperbesar cadangan emas dan tembaga serta progres perkembangan proyek AIM yang lebih baik. Hal tersebut juga harus diikuti oleh struktur permodalan yang konservatif dan perlindungan arus kas yang kuat dengan tetap mempertahankan margin profitabilitas yang baik.

Peringkat juga dapat diturunkan jika MDKA membiayai belanja modalnya dengan utang dalam jumlah yang besar sehingga menyebabkan struktur permodalan MDKA menjadi lebih agresif yang ditandai oleh rasio utang terhadap EBITDA lebih besar dari 3,0x secara berkelanjutan tanpa disertai oleh profil bisnis yang lebih kuat.

“Penurunan signifikan pada harga emas juga dapat menyebabkan penurunan peringkat karena dapat memberikan dampak negatif kepada profil keuangan MDKA,” jelas Pefindo.

Baca juga: Reliance Sekuritas: IHSG Memasuki Area Jenuh Beli

Sebagai tambahan, MDKA mempunyai proyek jangka panjang yang terletak di Pani dan Banyuwangi (proyek Tembaga Tujuh Bukit) yang membutuhkan belanja modal dalam jumlah signifikan. Pefindo belum mempertimbangkan rencana belanja modal dan potensi pendapatan dari proyek tersebut ke dalam proyeksi keuangan MDKA.

MDKA berdiri pada tahun 2012 dan bergerak dalam kegiatan pertambangan. Pada saat ini, MDKA mempunyai dua operasional tambang yang terletak di Tujuh Bukit, Banyuwangi untuk pertambangan emas dan Pulau Wetar, Maluku untuk pertambangan tembaga. Per 30 September 2020, pemegang saham Perusahaan adalah PT Saratoga Investama Sedaya (19,13%), PT Mitra Daya Mustika (13,47%), Garibaldi Thohir (8,20%), PT Suwarna Arta Mandiri (6,33%), Pemda Kabupaten Banyuwangi (5,23%), dan lainnya termasuk publik (47,64%).

Saat ini, saham MDKA berada pada level Rp2.500 per saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp54,74 triliun dan PER sebanyak 48,60 kali. Secara year to date, harga saham MDKA berhasil mencetak capital gain sebesar 129,22 persen dan 512,62 persen dalam periode 3 tahun. Aca

Leave a Reply