Dirut Garuda (GIAA): Tidak Ada Alasan Menjual 100 Persen Seat

Media Asuransi – Emiten penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan akan mendukung penuh dan menjalankan ketentuan transportasi penerbangan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Dalam pengaturan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau lebih dikenal dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan di berbagai daerah se Jawa- Bali,  khusus transportasi penerbangan berpegangan pada Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 13 Tahun 2020.

Salah satunya adalah dilakukan oleh perusahaan penerbangan pelat merah Garuda Indonesia. Dalam upaya mendukung pelaksanaan PSBB tersebut, emiten berkode saham GIAA itu menerapkan porsi maksimal 70 persen seat (kursi) yang disediakan atau load factor dalam satu perjalanan seluruh armada pesawatnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan GIAA akan mendukung penuh regulasi yang ditetapkan pemerintah terkait pelaksanaan kegiatan sepanjang diberlakukannya PPKM atau PSBB terbaru khusus Jawa-Bali.

“Sepanjang pandemi Covid-19 belum berakhir kami akan memastikan keterisian seat dalam satu perjalanan ke seluruh rute pesawat kami akan melaksanakan distancing secara ketat dengan maksimal 70 persen. Tidak ada alasan bagi kami menjual 100 persen kursinya. Aturan regulasi akan menjadi pegangan kami dalam melaksanakan kegiatan bisnis ditengah pandemi,” kata Irfan Setiaputra sebagaimana dikutip Media Asuransi dalam laman resminya, Senin 11 Januari 2021.

Pesawat Sriwijaya Hilang Kontak, Inilah Cover Asuransi Pesawat

Irfan menegaskan regulasi yang dipegang industri penerbangan selama diberlakukannya PSBB akan berpegang pada Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 13 Tahun 2020 angka 4, huruf a, butir 12, tidak diberlakukan tentang Okupansi Keterisian Seat dalam Penerbangan dengan maksimal 70 persen.  Selain itu, setiap maskapai penerbangan juga harus melakukan pengaturan pelaksanaan distancing dengan menyediakan tiga baris kursi (seat row) yang diperuntukan sebagai area karantina bagi penumpang yang terindikasi bergejala Covid-19.

Pengaturan lainnya, setiap maskapai penerbangan juga harus memastikan para penumpangnya telah melaksanakan Rapid Test Antigen dengan keterangan negatif, serta melaksanakan protokol kesehatan selama dalam kawasan bandara dan dalam pesawat.

Dalam papan pengumuman yang tercantum dalam situs resminya, GIAA menegaskan  akan mengikuti kebijakan pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah daerah dalam mengatasi pandemi Covid-19, berikut beberapa informasi penting terbaru yang perlu diperhatikan penumpang Garuda Indonesia:

Tujuan Denpasar: wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang diterbitkan dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif tes rapid antigen yang diterbitkan dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Tujuan lain selain Denpasar, Pontianak, Jayapura, & Nabire: wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang diterbitkan dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif tes rapid antigen yang diterbitkan dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Persyaratan surat kesehatan untuk penerbangan domestik tujuan Pontianak, Jayapura, Nabire dan penerbangan internasional menuju atau keluar Indonesia silahkan melihat detail persyaratan di laman informasi kebijakan operasional kami.

Maskapai juga tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan yang kurang dari 2 jam, kecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

Pada perdagangan kemarin, saham GIAA ditransaksikan melemeh sebesar 0,48 persen ke level Rp414 per saham sehingga membentuk kapitalisasi pasar sebesar Rp10,72 triliun dengan PER sebanyak -0,53 kali. Secara year to date, saham GIAA mencetak capital loss sebesar -17,20 persen. One/Aca

 

Leave a Reply