Hati-Hati, IHSG Masih Dibayangi Pelemahan

Media Asuransi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa, 22 September 2020, masih dibayangi pelemahan setelah ditutup terkoreksi 1,18 persen pada penutupan perdagangan kemarin, Senin, 21 September 2020.

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Lanjar Nafi mengatakan, IHSG secara teknikal bergerak kembali melemah seakan terus menjauh pada moving average 5 hari dan break out support psikologis 5.000.

“Pelemahan ini mengiringi pelemahan indikator Stochastic yang mendekati oversold dengan momentum yang flatening pada indikator RSI. Pergerakan selanjutnya masih akan dibayangi pelemahan meskipun ada peluang kembali whipsaw pada level psikologis 5.000,” katanya melalui riset harian.

Menurutnya, rentang pergerakan IHSG pada hari ini akan berada di kisaran 4.920-5.040. Adapun, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; CTRA, INDY, MAPI, SMRA, TBIG, dan BBCA.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup -1,18 persen atau turun 59.86 poin ke level 4.999,36 sedikit lebih rendah dari level psikologis 5.000. Sektor industri dasar (-2,19 persen) dan infrastruktur (-2,16 persen) turun signifikan menjadi penekan IHSG sejak sesi kedua. Sementara itu, Indeks sektor pertanian (+1.27 persen) yang menguat tidak mampu menahan aksi jual.

“Selain mengikuti bursa Asia yang juga terhempas cukup dalam lebih dulu, meningkatnya jumlah kasus Covid-19 dalam negeri menjadi faktor utama dengan kekhawatiran berhentinya pabrik-pabrik dan pembangunan infrastruktur dalam negeri,” jelas Lanjar.

Dari regional, Bursa Asia ditutup melemah tanpa bursa saham Jepang pada perdagangan kemarin. Indeks Hang Seng (-1,84 persen) dan CSI300 (-0,96 persen) turun lebih dari satu persen rata-rata di tengah kekhawatiran bahwa meningkatnya kasus Covid-19 akan menyebabkan pembatasan yang lebih ketat.

“Investor juga mencermati langkah AS untuk membatasi perusahaan China di AS yang dimulai dengan aplikasi Tiktok dan wechat yang terkenal di sana,” jelas Lanjar.

Dari benua biru, Bursa Eropa membuka perdagangan dengan mengalami pelemahan hari ketiga. Indeks Eurostoxx (-1,83 persen), FTSE (-2,39 persen), DAX (-2,09 persen) dan CAC40 (-1,78 persen) turun signifikan dengan saham-saham perusahaan penerbangan dan perjalanan memimpin kerugian di Eropa.

Saham HSBC Holdings Plc jatuh ke level terendah sejak 1995 dan saham bank Eropa jatuh menyusul berita dari Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional tentang penyimpangan dalam laporan aktivitas yang mencurigakan. Kasus virus yang meningkat di seluruh Eropa, ada spekulasi yang berkembang bahwa London mungkin menuju status lockdown yang kedua kalinya.

Bank Sentral Eropa telah meluncurkan peninjauan program pembelian obligasi pandemi untuk mempertimbangkan berapa lama harus berlanjut dan apakah fleksibilitasnya yang luar biasa harus diperluas ke program yang lebih lama, Financial Times melaporkan. ACA