IHSG Berpotensi Tertekan, Cermati Saham-Saham Ini

Media Asuransi – Setelah dalam tren bullish sejak awal pekan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini diperkirakan bakal tertekan.

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk menjelaskan, pergerakan IHSG telah mencapai target Moving Average 200 hari secara teknikal dengan indikator RSI serta Stochastic yang mulai menjenuh pada area overbought.

“Potensi bergerak moderat dan tertahan cukup mengancam IHSG. Sehingga kami perkirakan IHSG berpotensi bergerak tertekan diakhir pekan dengan support resistance 5.320-5.380,” jelasnya melalui riset yang diterima Media Asuransi, Kamis 27 Agustus 2020.

Dalam situasi seperti ini, dia merekomendasikan investor untuk mencermati saham-saham seperti ADRO, ANTM, CPIN, LSIP, SIDO, TBIG, dan TOWR.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,58% ke level 5.371 setelah sempat bergerak berfluktuatif pada zona negatif.

Saham-saham disektor keuangan (+1,36%) dan Industri Dasar (+0,68%) serta konsumsi (+0,67%) menjadi pendorong penguatan diakhir sesi perdagangan. “Optimisme investor terhadap saham perbankan yang memiliki performa keuangan cukup baik sepanjang setengah tahun 2020 menjadi katalis,” tuturnya.

Selain itu, rencana pemerintah kembali agresif pada pembangunan infrastruktur guna memenuhi penyerapan APBN menjadi katalis positif untuk para produsen semen. Katalis-katalis tersebut yang membuat IHSG tetap kuat tutup pada zona positif. Investor asing tercatat net sell pada bursa reguler sebesar Rp728,39 miliar dan tercatat net buy pada bursa negosiasi sebesar Rp953,18 miliar.

Saham MDKA menjadi yang terbanyak dalam transaksi negosiasi sebesar Rp1,2 triliun setelah MDKA akan menerbitkan obligasi untuk menambah modal.

Di pasar global, Bursa Eropa dibuka melemah lebih dari sepersen. Indeks Eurostoxx (-0,70%), FTSE (-0,39%) dan DAX (-0,42%) kompak melemah pada awal sesi. Investor melakukan aksi tunggu hasil pertemuan The Fed tadi malam sambil mencermati pergerakan ekuitas yang telah mencapai rekornya. Selanjutnya pada akhir pekan pergerakan ekuitas akan tergantung pada hasil simposium kebijakan ekonomi dari The Fed dan beberapa bank sentral eropa. ACA