IHSG Diperkirakan Bergerak Terbatas

Media Asuransi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Kamis, 15 Oktober 2020 dengan menguji level resistance 5.198.

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG bergerak menguat lebih dekat pada resistance Moving Average 200 hari setelah berhasil break out resistance pivot fibonacci ratio.

Dia menjelaskan, indikator Stochastic yang bergerak jenuh akan menjadi penahan laju pergerakan IHSG selajutnya. Indikator MACD memiliki pergerakan yang masih cenderung positif, yakni MACD line dan Signal line memiliki span positif mengarah ke area overvalue dan Histogram yang memiliki akselerasi pergerakan yang kuat. “Sehinga kami perkirakan IHSG bergerak menguat terbatas menguji resistance Moving Averag  200 hari pada support resistance 5.133-5.198,” katanya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Kamis, 15 Oktober 2029.

Menurutnya, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ADRO, AKRA, MEDC, BRPT, ICBP, LPPF, dan MYOR.

Pada perdagangan kemarin, IHSG (+0,85 persen) naik 43,53 poin ke level 5.176,10 naik setelah sempat dibuka berfluktuatif di zona negatif. Saham-saham di sektor pertambangan (+3,72 persen) kompak mengalami penguatan setelah Badan Usaha Milik Negara akan membentuk holding perusahaan yang memproduksi baterai kendaraan listrik yang nantinya akan diberi nama Battery Holding. Menurut MIND ID, ANTM (+24,84 persen) akan menjadi hulunya.

IHSG Diperkirakan Lanjutkan Penguatan

“Perminatan perusahaan China dan Korea Selatan untuk membentuk perusahaan sektor hilir baterai listrik di Indonesia dengan jumlah investasi yang cukup besar menjadi faktor utama. Selain itu saham tambang lain ikut mendapatkan optimisme tersebut dimana TINS (+21,09 persen), INCO (+9,40 persen), DKFT (+4,46 persen), MEDC (+7,95 persen) dan HRUM (+4,13 persen), ADRO (+3,04 persen) naik signifikan. Investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar Rp39,49 miliar.

Sementara itu, Indeks saham Asia ditutup bervariasi. Indeks Nikkei (+0,11 persen) naik sedangkan TOPIX (-0,32 persen), Hangseng (-0,03 persen), dan CSI300 (-0,66 persen) turun. Investor terlihat wait and see dalam menjamu laporan keuangan emiten untuk buku kuartal ketiga tahun 2020. Hal tersebut memudarkan efek dari upaya PBOC melakukan penurunan nilai tukar Yuan guna menopang aktifitas ekspor.

Adapun, Bursa Eropa membuka perdagangan pada zona positif. Indeks Eurostoxx (+0,09 persen), FTSE (+0,55 persen), dan DAX (+0,18 persen) naik, meskipun poundsterling melemah karena negosiasi Brexit tetap menemui jalan buntu. Berkurangnnya kekecewaan investor terhadap kekawatiran lebih banyak lockdown di Zona Eropa menjadi faktor utama.

“Sebelumnya, negara-negara di seluruh Eropa memperluas pembatasan untuk mencoba mengendalikan kembali pandemi setelah Infeksi meningkat pada laju tercepat sejak April di Jerman, perdana menteri Belanda memerintahkan penguncian parsial dan Prancis melaporkan lonjakan pasien yang membutuhkan perawatan intensif”.

Selanjutnya investor akan menanti Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menetapkan batas waktu Kamis untuk membahas garis besar kesepakatan perdagangan Uni Eropa. Dari dalam negeri akan ada data neraca perdagangan serta aktivitas ekspor dan impor serta indeks keyakinan bisnis. ACA