IHSG Masih Berpotensi Lanjutkan Pelemahan

Media Asuransi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu, 23 September 2020, diperkirakan masih berpotensi tertekan melanjutkan pelemahan yang terjadi pada perdagangan kemarin, Selasa, 22 September 2020.

Hati-Hati, IHSG Masih Dibayangi Pelemahan

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG bergerak gap down semakin menjauh dari level psikologis 5.000.

Indikator Stochastic masih memberi signal bearish yang mengarah ke area oversold. Sementara itu, indikator RSI bergerak bearish mendekati area oversold dengan signal yang belum memberikan pola reversal momentum.

“Sehingga secara teknikal IHSG masih berpotensi tertekan mendekati level lower bollinger bands pada support resistance 4.880-4.990,” katanya melalui riset harian. 

Dalam kondisi seperti ini, lanjutnya, saham-saham yang masih dapat dicemati secara teknikal di antaranya; ADHI, ADRO, BJBR, CTRA, INDY, MAPI, PGAS, dan UNVR.

Pada perdagangan Selasa kemarin, IHSG ditutup terkoreksi -1,31 persen atau sebesar 65,27 poin ke level 4.934,09 dengan saham-saham di sektor pertanian (-2,50 persen) dan keuangan (-1,97 persen) memimpin pelemahan.

Sentimen menjenuhnya harga CPO yang telah naik lebih dari 3.000 ringgit per mton menjadi faktor utama aksi profit taking saham-saham produsen CPO pada perdagangan kemarin.

“Investor mengalami keresahan melihat ketidakpastian sentimen global yakni potensi lockdown kembali di sejumlah negara, stimulus lanjutan The Fed hingga geopolitik AS dan China yang kian memanas,” jelas Lanjar. Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp632,47 miliar.

Kondisi serupa juga datang dari kawasan, Bursa Saham Asia ditutup melemah tanpa bursa Jepang yang masih libur. Indeks Hang Seng (-0,85 persen) dan CSI300 (-1,19 persen) turun lebih dari sepersen di tengah kekhwatiran investor akan dampak gelombang kedua dari kasus Covid-19 di seluruh dunia. Ekuitas berjangka AS melanjutkan aksi jualnya sejak awal sesi perdagangan.

Adapun Bursa Eropa membuka perdagangan dengan bergerak rebound mengakhiri pelemahan 3 hari berturut-turut. Saham teknologi dan Jaringan Internet memimpin kenaikan di pasar Ekuitas Eropa mengiringi pertimbangan lockdown pada beberapa negara zona eropa.

Saham POLL Melejit dan Kena Suspensi Lagi, Ini Penjelasan Manajemen Pollux

Minyak stabil setelah penurunan terbesar dalam hampir dua minggu di tengah meningkatnya kekhawatiran atas pembatasan virus korona yang berkepanjangan dan kekhawatiran pasokan.

“Selanjutnya investor akan menanti Jerome Powell muncul di hadapan Sub-komite Pemilihan DPR untuk membahas tentang virus korona dan tanggapan bank sentral pada hari Rabu dan Klaim pengangguran awal AS jatuh tempo hari Kamis,” kata Lanjar. ACA

%d bloggers like this: