IHSG Masih Berpotensi Menguat

Media Asuransi – Meski mengawali pekan ini dengan pelemahan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa, 29 September 2020 diperkirakan masih memiliki ruang untuk menguat.

Mengawali Pekan Ini, IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Head of Research Equity of Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi setelah tidak mampu break out bearish tren jangka menengah dengan konsfirmasi pada level psikologis 5.000.

Dia menjelaskan, pergerakan IHSG sedikit tertahan pelemahannya oleh Moving Average 5 hari, indikator stochastic yang memberikan signal golden-cross pada area oversold dan MACD yang terlihat divergence positif.

“Sehingga pada perdagangan selanjutnya IHSG berpeluang menguat dengan support resistance 4.816-5.070. Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; AALI, ADHI, INCO, JSMR, LINK, LPCK, MAIN, PWON, SMGR, SMRA, dan UNVR,” katanya melalui riset harian yang diterima Media Asuransi, Selasa, 29 September 2020.

Pada perdagangan kemarin, IHSG (-0,79 persen) ditutup turun 39.24 poin ke level 4.906,55 meskipun mayoritas indeks saham di Asia menguat. Saham-saham di sektor Aneka Industri (-1,97 persen), Keuangan (-1,58 persen), dan Pertanian (-1,14 persen) turun lebih dari satu persen menjadi penekan IHSG hingga akhir sesi.

Menurutnya, investor masih cenderung bersikap hati-hati di tengah isu resesi di Indonesia setelah potensi terjadinya pertumbuhan GDP yang negatif dua kuartal berturut-turut menjadi signal. “Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesra Rp593,12 miliar dengan saham BBCA, BMRI dan BBRI menjadi top net sell value investor asing hingga lebih dari Rp100 miliar”.

Sementara itu, Bursa Asia ditutup awal pekan dengan menguat mayoritas naik satu persen. Indeks Nikkei (+1,32 persen), TOPIX (+1,70 persen), CSI300 (+0,26 persen) dan Hang Seng (+1,04 persen) naik di tengah optimisme bahwa aksi jual yang terjadi pada pekan lalu sudah cukup besar.

Di saat yang sama, ketegangan antara Beijing dan Washington terus membara. Larangan Presiden Donald Trump pada TikTok untuk sementara diblokir oleh hakim federal, memberikan pukulan kepada pemerintah dalam pertikaiannya dengan aplikasi populer milik China atas masalah keamanan nasional. Produsen chip terbesar China, Semiconductor Manufacturing International Corp, merosot ke level terendah empat bulan di Hong Kong setelah AS memberlakukan pembatasan ekspor.

Adapun, Bursa Eropa membuka perdagangan cukup optimistis naik mendekati dua persen. Indeks Eurostoxx (+1,74 persen), FTSE (+1,22 persen), dan DAX (+2,34 persen) mengalami penguatan terbesar dalam dua pekan terakhir dipimpin oleh saham-saham perbankan.

Pounsterling menguat di tengah harapan bahwa pejabat Inggris dan Uni Eropa akan dapat membuat kemajuan saat pembicaraan Brexit di mulai. Selanjutnya investor akan terfokus pada Demokrat dan Republik di AS harus mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan paket bantuan stimulus sebelum pemilihan presiden 3 November. Putaran pembicaraan terakhir yang dijadwalkan antara Inggris dan UE tentang kesepakatan perdagangan pasca-Brexit berlangsung di Brussel pada hari Senin.

Pada hari Selasa, debat presiden AS pertama akan berlangsung antara Presiden Donald Trump dan lawan dari Demokrat Joe Biden. Indeks manajer pembelian China akan dirilis Rabu, dan diperkirakan akan menunjukkan manufaktur September sedikit meningkat sementara non-manufaktur melambat dari level Agustus. Laporan persediaan minyak mentah EIA keluar Rabu. Laporan ketenagakerjaan AS bulan September pada hari Jumat akan menjadi yang terakhir sebelum pemilihan November. ACA

%d bloggers like this: