IMF Perkirakan Ekonomi Indonesia 2020 Lebih Buruk dari Ramalan Sebelumnya

Media Asuransi – International Monetary Fund (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 -1,5 persen atau jauh lebih buruk dari proyeksi sebelumnya yang hanya -0,3 persen.

Revisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut disampaikan IMF dalam Laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Oktober 2020. Revisi ke bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia ini juga berkebalikan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang justru direvisi ke atas dari -4,9 persen menjadi -4,4 persen.

“Untuk pasar berkembang dan negara berkambang (tidak termasuk China), kami memiliki penurunan peringkat dengan pertumbuhan diproyeksikan menjadi -5,7 persen pada tahun 2020 dan kemudian pemulihan menjadi 5,0 persen pada tahun 2021,” jelas Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath melalui keterangan tertulis yang dikutip Media Asuransi, Rabu, 14 Oktober 2020.

Menurutnya, negara yang sedang berkembang dan negara berkembang harus mengelola krisis ini dengan sumber daya yang lebih sedikit karena terbebani oleh utang yang meningkat dan biaya pinjaman yang lebih tinggi. “Negara-negara ekonomi ini perlu memprioritaskan pengeluaran kritis untuk Kesehatan dan tranfer kepada orang miskin dan memastikan efisiensi maksimum,” jelasnya.

Terkait dengan utang, Gita menyarankan agar pemerintah segera merestrukturisasi beban utang untuk membebaskan keuangan dalam rangka menghadapi krisis ekonomi dan kesehatan ini. 

Dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat lebih baik dibandingkan dengan Thailand yang diperkirakan -7,1 persen, Malaysia -6,0 persen, Singapura -6,0 persen, dan Filipina yang -8,3 persen. Sementara itu, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Vietnam positif 1,6 persen.

“Perkiraan IMF konsisten dengan penurunan bertahap dari stimulus fiskal yang besar pada tahun 2020, termasuk mengembalikan defisit fiskal menjadi di bawah tiga persen dari PDB pada tahun 2023,” tulis IMF dalam ringkasan laporan tersebut.

Meski terkontraksi dalam hingga -1,5 persen pada tahun 2020, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia akan bangkit pada tahun 2021 dengan pertumbuhan mencapai 6,1 persen.

Untuk inflasi, IMF memperkirakan laju inflasi Indonesia pada 2020 sebesar 2,1 persen dan turun lagi menjadi 1,6 persen pada 2021. Untuk neraca transaksi berjalan, IMF memperkirakan defisit transaksi berjalan Indonesia pada tahun 2020 akan mencapai -1,3 persen dan melebar menjadi -2,4 persen pada 2021.

Adapun untuk angka pengangguran, IMF memperkirakan tingkat pengangguran di Indonesia pada tahun 2020 akan sebesar 8,0 persen dan turun menjadi 6,8 persen pada tahun 2021. ACA