Indonesia Financial Group (IFG) Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia

Media Asuransi – Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan keberadaan untuk menjadi solusi penggerak finansial perekonomian Indonesia. Khususnya di bidang asuransi dan penjaminan dalam menciptakan produk dan jasa layanan asuransi yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

IFG Life Ingin Dobrak Pasar Asuransi Jiwa Nasional

Pemerintah Resmi Perkenalkan IFG Sebagai Holding Lembaga Keuangan dan Penjaminan

Direktur Keuangan dan Umum IFG, Rizal Ariansyah, menyampaikan bahwa di tengah kondisi saat ini, perusahaan asuransi harus mampu memberikan solusi dalam rangka ikut mendorong pemulihan ekonomi Indonesia. Yakni dengan menciptakan produk asuransi yang lengkap dan dapat memberikan proteksi maksimal kepada masyarakat.

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan menurunnya kinerja sektor asuransi di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa industri asuransi umum dan asuransi jiwa mengalami penurunan sebesar 10 persen dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu OJK meminta agar perusahaan asuransi secara simultan segera mempersiapkan strategi transformasi bisnis, layanan konsumen, mitigasi risiko serta penerapan teknologi informasi,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Media AsuransiKamis, 5 November 2020.

Rizal Ariansyah menambahkan bahwa saat ini IFG melakukan pengembangan produk dan layanan asuransi terintegrasi, serta efisiensi operasional dengan shared services. Selain itu IFG mengoptimalkan pemanfaatan penggunaan teknologi informasi berdasar data analytic dan pengelolaan big data untuk mempermudah penetrasi pasar asuransi.

“IFG didirikan dengan harapan dapat berperan dalam Pembangunan Nasional -Semesta- Berencana melalui pembangunan industri asuransi yang kuat dan dapat memberi perlindungan kepada seluruh masyarakat. Sebagai salah satu contoh, saat ini kami melihat bahwa UMKM mengalami tekanan likuiditas yang besar akibat pandemi. Oleh karena itu, IFG melalui anggota holding, memberi dukungan asuransi penjaminan UMKM hingga senilai Rp8,3 triliun per September 2020, kepada lebih dari 200.000 pelaku UMKM. Di samping itu, IFG juga memastikan agar seluruh anggota holding selalu mempertahankan level of services yang baik kepada para nasabah,” ucap Rizal Ariansyah. 

PT Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) dan PT Jasa Raharja, yang merupakan anak perusahaan dari IFG juga turut berperan aktif dalam pemulihan ekonomi Indonesia melalui berbagai program asuransi yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo Diwe Novara mengatakan bahwa sejalan dengan rencana pemerintah untuk pemulihan ekonomi Indonesia, Asuransi Jasindo terus dipercaya untuk melaksanakan penugasan 5 asuransi. “Kelima penugasan itu antara lain, Asuransi Barang Milik Negara (ABMN) yang merupakan inisiasi Kementerian Keuangan, Asuransi Jasindo ditunjuk sebagai ketua konsorsium sekaligus penerbit polis. Kemudian ada Jaminan Kesehatan Menteri (Jamkesmen) dan Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama), Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi / Kerbau (AUTSK), Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK), serta Program Bantuan Premi Asuransi Bagi Nelayan (BPAN). Kami berharap program-program ini dapat memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat,” ucap Diwe Novara, 

Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko dan TI PT Jasa Raharja M Wahyu Wibowo mengatakan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang keuangan khususnya perasuransian sudah memperhitungkan risiko tersebut dan sudah mempersiapkan antisipasi atas kemungkinan yang kurang mendukung keberhasilan perusahaan. Antisipasi dilakukan dengan melakukan transformasi dan inovasi guna memperkecil terjadinya risiko, antara lain mempermudah proses pengutipan pendapatan berbasis teknologi.

Semua ini dilaksanakan dengan tetap menjaga GRC dan menerapkan nilai kepemimpinan tertinggi hingga pelaksana di lapangan. Sehingga diharapkan citra industri keuangan khususnya asuransi dan penjaminan dapat meningkatkan kepercayaan publik yang akan membantu percepatan pemulihan ekonomi Indonesia,” ucap Wahyu Wibowo. Fir