Penempatan Dana Asuransi di SBN Capai Rp280,34 Triliun

Media Asuransi – Perusahaan asuransi nasional tercatat terus mengakumulasi investasi pada instrumen surat berharga negara (SBN). Sejak awal tahun hingga 15 September 2020, investasi perusahaan asuransi pada instrumen obligasi negara tersebut bertambah sebesar Rp63,37 triliun.

Berdasar data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu (DJPPR) yang diolah Media Asuransi, kepemilikan asuransi pada SBN yang diperdagangkan terus meningkat secara bulanan sejak Januari 2020.

Pada akhir Januari 2020, kepemilikan asuransi pada SBN yang dapat diperdagangkan tercatat Rp216,97 triliun dengan porsi 7,79 persen dari total SBN beredar. Kepemilikan asuransi naik menjadi Rp218,21 triliun pada akhir Februari 2020 dengan porsi 7,72 persen, lalu meningkat lagi menjadi Rp226,19 triliun dengan porsi 7,98 persen pada akhir Maret 2020.

Pandemi Covid-19 yang berujung pada kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) justru tak menyurutkan kepemilikan asuransi pada SBN. Bahkan, jumlah kepemilikannya pada akhir April meningkat pesat menjadi Rp267,99 triliun dengan porsi kepemilikan meningkat menjadi 9,21 persen dari total beredar.

Sementara itu, pada akhir Mei 2020 kepemilikan asuransi naik tipis menjadi Rp277,62 triliun dengan porsi 9,10 persen. Kenaikan tipis tersebut berlanjut pada akhir Juni 2020 yang hanya naik menjadi Rp277,76 triliun dengan porsi 8,94 persen.

Memasuki semester II/2020, kepemilikan asuransi mulai menggeliat kembali dengan kenaikan kepemilikan menjadi Rp278,53 triliun dengan porsi 8,77 persen pada akhir Juli 2020. Lalu pada akhir Agustus 2020 nilai kepemilikan asuransi naik menjadi Rp279,84 triliun dengan porsi 8,39 persen. Adapun hingga 15 September 2020, nilai kepemilikan asuransi pada SBN tercatat sebesar Rp280,34 triliun dengan porsi kepemilikan 8,44 persen dari total beredar.

Kenaikan investasi asuransi pada instrumen SBN pada periode Januari-Sepember ini sejalan dengan tren kenaikan harga dari SBN sejak awal tahun yang meski fluktuatif masih menunjukkan tren peningkatan.

Misalnya untuk SBN tenor 5 tahun, harga seri FR0081 yang naik 3,08 persen dari posisi 100,49 pada 2 Januari 2020 menjadi 103,59 pada 11 September 2020. Bahkan pada 8 September 2020 harga seri ini sempat menembus level tertingginya 104,28.

Selain mempertimbangkan capital gain dari selisih pergerakan harga, investasi pada obligasi negara juga mempertimbangkan tingkat yield yang pada seri FR0081 ini sempat menyentuh level 7,57 persen pada 29 April 2020. Bisa jadi, lonjakan kepemilikan yang signifikan pada April 2020 terjadi karena harga SBN yang dalam tren turun alias murah, sedangkan pada sisi lain tingkat yield-nya menembus level tertingginya. ACA