Jadi Orang Pertama di Indonesia, Presiden Jokowi Dapatkan Suntikan Vaksin Sinovac

Media Asuransi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan berbagai tahapan sebelum menjadi orang pertama yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Indonesia pada Rabu 13 januari 2021. Penyuntikan perdana tersebut dilakukan di lingkungan Istana Kepresidenan oleh Tim Dokter Kepresidenan dengan menyuntikan vaksin Covid-19 CoronaVak produksi Sinovac, perusahaan farmasi asal China.

Sebelum mendapatkan suntikan di lengan kirinya, Jokowi terlebih dahulu melalui serangkaian pemeriksaan dari Tim Dokter Kepresidenan, mulai dari konsultasi kondisi kesehatan secara umum, tensi darah, pemeriksaan kondisi kesehatan terkini, hingga pemberitahuan vaksin yang akan diberikan. Selepas itu, Jokowi mendapatkan suntikan di lengan kiri bagian atasnya.

Baca juga: Jelang Vaksinasi Covid-19, Berikut Tahapan yang Perlu Diketahui

Tidak lebih dari 3 menit, Jokowi sah menjadi orang pertama di Indonesia yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 yang diproduksi produsen farmasi asal China, Sinovac. Jokowi kemudian mendapatkan kartu tanda telah di suntik vaksin dan pemeriksaan terakhir dilakukan dengan menyampaikan pelaporan kepada petugas telah melalui serangkaian pemeriksaan yang dilakukan dalam proses vaksinasi tersebut.

Setelah mendapatkan vaksinasi, Jokowi masih harus melakukan tahapan akhir yang menjadi bagian dari proses vaksinasi, yakni menuju ruang tunggu guna melihat perkembangan dan peninjauan dalam waktu 30 menit kedepan. Peninjauan di ruang tunggu tersebut diperlukan guna melihat perkembangan bila saja ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Sebagaimana diketahui, proses vaksinasi yang dilakukan di lingkungan Istana Kepresidenan diikuti oleh sejumlah menteri, Pejabat setingkat Menteri, Asosiasi Profesi hingga perwakilan masyarakat dan tokoh lintas keagamaan.  

Baca juga: Tolak Vaksin Covid-19, Hukum Penjara dan Denda Rp100 Juta Menanti

Diantara para Menteri yang turut serta diantaranya adalah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Idham Azis, Ketua PB IDI Daeng M Faqih, dan Sekjen MUI Amirsyah Tambunan. Sementara, Wakil Presiden Ma’ruf Amin dipastikan tidak mengikuti serangkaian vaksinasi yang dilangsungkan di lingkungan Istana Kepresidenan.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 produksi Sinovac. Vaksin Sinovac telah memenuhi  UES setelah BPOM menyatakan lulus dalam serangkaian ujicoba dan keampuhan dengan angka 65,3 persen. Sebagaimana diketahui, angka tersebut telah melebihi ambang batas minimal yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni sebesar 50 persen.

Selain itu, Vaksin yang akan digunakan di Indonesia juga telag memenuhi unsur lainnya yakni jaminan halal dengan mendapatkan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) juga telah memberikan sertifikat halal bagi vaksin tersebut. One