Jelang Vaksinasi Covid-19, Berikut Tahapan yang Perlu Diketahui

Media Asuransi Vaksinasi menjadi secercah harapan bagi masyarakat Indonesia dan juga dunia dalam memberikan kekebalan kepada tubuh manusia. Indonesia direncanakan akan melakukan proses vaksinasi pada 13 Januari 2021 dan Presiden Joko Widodo akan menjadi yang pertama menerima suntikan vaksin untuk selanjutnya akan diberikan kepada 181 juta penduduknya secara bertahap.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa vaksinasi yang akan dimulai dalam beberapa hari kedepan akan diberikan secara gratis kepada seluruh rakyat Indonesia. Hal tersebut dipertegas oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengungkapkan bahwa anggaran dalam proses vaksinasi mulai dari pengadaan hingga pelaksanaan akan dibiayai sepenuhnya oleh negara alias gratis. Estimasi biaya untuk pelaksanaan vaksinasi secara gratis ini dapat menghabiskan anggaran  mencapai Rp 73 triliun yang diambil dari alokasi APBN 2021.

Meski demikian, 181 juta penduduk Indonesia akan menerima suntikan vaksin secara bertahap yang dimulai sejak tanggal 13 Januari 2021. Sebagaimana disampaikan Kementerian Kesehatan, pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan dalam 4 tahapan sebagaimana diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), dengan rincian: 1. Pendataan sasaran 2. Pendataan dan penetapan fasilitas pelayanan kesehatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 3. Registrasi dan verifikasi sasaran 4. Penghitungan kebutuhan serta penyusunan rencana distribusi vaksin dan logistik lainnya.

Baca Juga:

Sebagaimana petunjuk teknis (juknis) dalam pelaksanaan Program Vaksinasi yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan pada 3 Januari 2021 diatur dalam 4 tahapan. Di mana, tahapan tersebut dapat dilaksanakan pasca-BPOM telah melakukan persetujuan atas pelaksanaan pemberian vaksinasi dengan mengeluarkan Surat Ijin Edar (SIE) atas produk-produk vaksin yang akan diberikan kepada seluruh Rakyat Indonesia. Tahapan tersebut meliputi:

·         Tahap 1 dengan waktu pelaksanaan Januari-April 2021

Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Dengan target 40,2 juta orang.

·         Tahap 2 dengan waktu pelaksanaan Januari-April 2021

Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 2 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi, diantaranya: Petugas pelayanan publik yaitu Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan kelompok usia lanjut (≥ 60 tahun).

·         Tahap 3 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022 dan Tahap 4 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022.

Di mana dalam tahap ketiga dan keempat akan dilakukan untuk warga masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin. Dalam pelaksanaan vaksinasi akan diberikan secara berulang setiap orang dengan jangka waktu minimal 14 hari dalam setiap tahapannya.

Dengan merunut pada ketentuan organisasi kesehatan dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), World Health Organization (WHO) yang diterbitkan pada 13 November 2020 tentang pentahapan dan penetapan kelompok prioritas penerima vaksin dilakukan dengan memperhatikan Roadmap WHO Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE). Di mana dalam kajian tersebut ditindaklanjuti oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization).

Dalam skenario yang direkomendasikan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization), terdapat tiga skenario penyediaan vaksin untuk dipertimbangkan, antara lain adalah:

1. Tahap I saat ketersediaan vaksin sangat terbatas (berkisar antara 1 persen-10 persen dari total populasi setiap negara) dan disesuaikan dengan kemampuan produksi dan distribusi yang dilakukan oleh negara.

2. Tahap II saat pasokan vaksin meningkat tetapi ketersediaan tetap terbatas di kisaran 11 persen hingga 20 persen dari total populasi setiap negara.

3. Tahap III saat pasokan vaksin mencapai ketersediaan sedang (berkisar antara 21 persen hingga 50 persen dari total populasi setiap negara. One

Final SK Dirjen Juknis Vaksinasi COVID-19 02022021

Leave a Reply