Jumlah Investor Pasar Modal Terus Bertambah

Media Asuransi – Jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat terus mengalami peningkatan di mana mayoritas didominasi oleh investor usia muda.

Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga 16 Oktober 2020 mencatat, jumlah Investor Pasar Modal meningkat sebesar 34,78 persen dari 2.484.354 pada akhir 2019 menjadi 3.348.396 investor.

Di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Capaian Positif Pasar Modal Indonesia

“Pertumbuhan investor selama sekitar 10 bulan terakhir ditopang oleh pertumbuhan investor Reksa Dana sebesar 49,4 persen dan investor Surat Berharga Negara (SBN) 37,10 persen. Pertumbuhan juga dicatatkan oleh investor saham selama sekitar 10 bulan terakhir yang meningkat 27,87%,” jelas Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo melalui keterangan resmi yang diterima oleh Media Asuransi, Selasa, 27 Oktober 2020.

Karakteristik demografi investor berdasar jenis kelamin masih didominasi oleh pria yakni sebesar 61 persen, sedangkan investor wanita berjumlah 39 persen. Selain itu, dari data yang tercatat di KSEI, demografi investor semakin bergerak ke usia yang lebih muda. Data per 16 Oktober 2020 menunjukan bahwa investor usia di bawah 30 tahun berjumlah 47,84 persen dan usia 31 tahun – 40 tahun berjumlah 24,31 persen. Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa sekitar 70 persen investor pasar modal Indonesia berada pada usia muda.

Kepemilikan investor muda tersebut juga cenderung meningkat dibandingkan akhir Desember 2019. “Hal ini memperlihatkan antusiasme investor dalam berinvestasi yang tidak surut di kala pandemi,” tutur Uriep.

Dari sisi pekerjaan, 53,19 persen investor dengan pekerjaan sebagai pegawai, disusul dengan pelajar sebesar 19,17 persen. Adapun terdapat kenaikan nilai aset yang dipegang oleh investor ibu rumah tangga dan pelajar.

Nilai Aset

Kendati jumlah investor meningkat, nilai aset yang tercatat di salah satu sistem utama KSEI yaitu sistem C-BEST hingga 16 Oktober 2020 justru mengalami penurunan 14,82 persen dari Rp4.465,41 triliun menjadi Rp3.803,45 triliun. “Hal ini sejalan dengan IHSG yang mengalami penurunan 18,3 persen”.

Nilai aset yang tercatat di sistem utama KSEI lainnya yaitu S-INVEST hingga 16 Oktober 2020 mengalami penurunan 6,15 persen dari Rp789,80 triliun menjadi Rp756,47 triliun. Sementara itu, jumlah Reksa Dana tercatat mengalami penurunan dari 2.506 Reksa Dana menjadi 2.418 Reksa Dana. ACA