KB Kookmin Bank Resmi Jadi Pengendali Tunggal Bank Bukopin

Media Asuransi – Setelah melalui proses panjang yang penuh dengan polemik, KB Kookmin Bank akhirnya resmi menjadi pemegang saham pengendali tunggal PT Bank Bukopin Tbk setelah melakukan aksi Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh manajemen Bank Bukopin, Jumat 4 Sepember 2020, aksi private placement atas emiten berkode saham BBKP itu terlaksana pada 3 September 2020.

Dalam aksi korporasi tersebut, jumlah saham baru yang diterbitkan adalah 16.360.578.947 saham kelas B dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga pelaksanaan Rp190 per saham. Harga tersebut terdiskon dibandingkan dengan harga pasar per 2 September 2020 pada level Rp280 per saham.

Pascatransaksi tersebut, KB Kookmin Bank menjadi pemegang saham pengendali tunggal BBKP dengan kepemilikan 67% dari seluruh saham yang telah diterbitkan dalam BBKP. Adapun komposisi kepemilikan saham lainnya akan berubah menjadi 11,68% untuk Bosowa Corporindo, 18,14% untuk pemegang saham publik termasuk di dalamnya Kopelindo, dan 3,18% untuk Negara Republik Indonesia.

Seluruh dana yang diperoleh dari PMTHMETD yaitu sekitar Rp3,1 triliun akan digunakan BBKP untuk memperbaiki posisi keuangan perseroan sehingga rasio kecukupan modal BBKP bisa naik di atas 16%.

Melalui keterangan resminya, Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono menyatakan bahwa momentum perubahan pemegang saham pengendali ini akan diiringi dengan upaya transformasi dan kolaborasi antara BBKP dan KB Kookmin Bank, terutama dalam hal adaptasi international best practice agar BBKP bisa bersaing baik di Indonesia maupun global.

Ke depan, BBKP telah menyiapkan sejumlah program strategis untuk memacu pertumbuhan kinerja a.l. memacu pertumbuhan asset yang berkualitas, pengembangan fee based income (FBI), efisiensi operasional, memperbaiki struktur Dana Pihak Ketiga (DPK), dan menyiapkan bisnis masa depan melalui startup dan aliansi fintech, serta menjangkau nasabah baru dari generasi milenial.

Di samping itu, BBKP tetap akan fokus pada segmen ritel yang di dalamnya terdapat sektor UMKM dan konsumer sebagai engine growth dan segmen komersial sebagai penyeimbang.

Kabar baik tersebut masih direspons dingin oleh pasar dengan pergerakan harga saham yang ditutup stagnan pada level Rp278 per saham pada perdagangan Jumat 4 September 2020. Harga tersebut membentuk kapitalisasi pasar perseroan sebesar Rp3,27 triliun dengan PER dan EPS masing-masing 21,55 kali dan 12,9 kali. ACA