Laju IHSG Awal Pekan Ini Dibayangi Tekanan

Media Asuransi – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diperkirakan rentan mengalami tekanan dengan level support di level 5.080.

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan secara teknikal IHSG bergerak melemah dan seakan tertahan pada level support Pivot Fibonacci Ratio tetapi pergerakan yang masih terdapat kembali pada level support moving average 5 hari. 

Dia menjelaskan, indikator stochastic menukik setelah mengonfirmasi dead-cross pada area overbought dengan indikator MACD yang terlihat divergence negatif dengan histogram. “Sehingga kami masih perkirakan IHSG rentan mengalami tekanan pada perdagangan di awal pekan dengan support resistance 5.080-5.110,” katanya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Senin, 18 Oktober 2020. 

Laju IHSG Dibayangi Pelemahan

Menurutnya, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ASII, ICBP, INDF, SIDO, SMGR, dan UNVR.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG (-0,03 persen) ditutup melemah tipis 1,73 poin ke level 5.103,41 setelah sempat melemah hingga -0,74 persen di sesi pertama. IHSG terkena dampak negatif dari sentimen ketidakpastian stimulus fiskal AS yang juga menyeret sebagian besar bursa saham Asia. Namun IHSG mampu rebound pada akhir sesi perdagangan dengan saham-saham pada sektor aneka Industri (+2,89 persen) dan pertambangan (+0,75 persen) memimpin penguatan. Saham ASII (+4,00 persen) dan ADRO (+5,6 persen) menjadi Leader pergerakan IHSG. 

“Penjualan mobil grup Astra yang menunjukkan kenaikan pada beberapa bulan terakhir menjadi katalis. Kenaikan penjualan secara bulanan pada September 2020 melanjutkan tren kenaikan bulanan penjualan mobil grup Astra di pasar domestik sejak bulan Juni 2020. UU Cipta Kerja Omnibus law dikabarkan menjadi katalis positif bagi emiten pertambangan dimana Pasal 128A menyebutkan kegiatan peningkatan nilai tambah batu bara dapat berupa pengenaan royalti 0 persen. Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp494,33 miliar,” jelas Lanjar.

Sementara itu, indeks saham Asia naik dengan indeks Nikkei (+1,01 persen) dan TOPIX (+1,05 persen) naik lebih dari sepersen mengiringi kontrak berjangka AS di tengah optimisme tentang beberapa kemajuan dalam pembicaraan stimulus di Washington. Harga minyak berfluktuasi menjelang pertemuan OPEC +. Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,2 persen menjadi US$40,95 per barel. 

Dolar Selandia Baru naik setelah kemenangan pemilihan yang tegas dari Jacinda Ardern. Data China yang dirilis Senin diperkirakan akan menunjukkan pemulihan ekonomi yang meluas dari pandemi yang melanda. “Secara sentimen IHSG berpotensi menguat di awal pekan mengiring bursa Asia yang dibuka juga optimis.” ACA