Laju IHSG Masih Berpotensi Alami Tekanan

Media Asuransi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu, 21 Oktober 2020, diperkirakan masih mengalami tekanan dengan bergerak menguji level support 5.067.

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal cukup bearish setelah tidak mampu kembali whipsaw pada level Moving Average 50 hari seakan mengonfirmasi pola dead-cross di area overbought pada indikator Stochastic.

Dia menjelaskan, indikator MACD bergerak divergence negatif dengan signal pelemahan pada akselerasi penguatan dan kejenuhan pergerakan MACD line. “Sehingga secara teknikal diperkirakan IHSG masih berpotensi alami tekanan dengan bergerak mendekati pengujian support fractal pada support resistance 5.067-5.117,” katanya melalui riset harian.

Menurutnya, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antarnya; INKP, JSMR, SMGR, TOWR, UNTR, HMSP, GGRM, dan ERAA.

Kemarin, IHSG (-0,52 persen) ditutup turun setengah persen sebesar 26,49 poin ke level 5.099,84 dengan sektor Properti (-1,91 persen) dan Konsumsi (-1,29 persen) memimpin pelemahan. Saham sektor properti kompak terkoreksi setelah alami penguatan di perdagangan sebelumnya akibat optimisme dampak dari kebijakan pemerintah. Sedangkan saham di sektor konsumer melemah dipimpin saham-saham produsen rokok seperti HMSP (-5,67 persen) dan GGRM (-5,86 persen) yang terpukul oleh cukai rokok yang direncanakan mulai berlaku tahun depan yang besarannya masih belum jelas dan menjadi penantian investor.

“Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan membahas mengenai keinginan pemerintah agar pengenaan cukai bisa menjadi instrumen pengendalian konsumsi rokok di masyarakat menjadi salah satu pertimbangan. Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp168,56 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, indeks Nikkei (-0,44 persen) dan TOPIX (-0,75 persen) turun di Jepang sedangkan indeks Hang Seng (+0,47 persen) dan CSI300 (+1,19 persen), naik mengiringi naiknya ekuitas berjangka AS karena investor berpegang teguh pada harapan kesepakatan dalam pembicaraan stimulus.

Adapun, Bursa Eropa membuka perdagangan dengan terkonsolidasi. Indeks Eurostoxx (+0,02 persen), FTSE (+0,18 persen), dan DAX (-0,27 persen) bergerak bervariasi setelah serangkaian laporan pendapatan positif dari perusahaan teknologi dan keuangan. Mata uang Poundsterling bergerak berfluktuasi terhadap Euro setelah Inggris mengulurkan konsesi tambahan Uni Eropa sebagai syarat untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan.

“Investor menimbang tenggang waktu Pelosi untuk mendapatkan kesepakatan hari ini dengan Gedung Putih untuk lebih banyak bantuan stimulus dan pembuat kebijakan Federal Reserve telah meminta lebih banyak dukungan fiskal untuk menopang pemulihan dari resesi yang dipicu pandemi”.

 Sehingga, sambungnya, fokus investor masih pada prospek kebijakan fiskal di AS dan pembicaraan perdagangan Brexit kemungkinan akan berlanjut setidaknya hingga minggu depan, jika Inggris dan UE gagal mencapai kesepakatan. Serta rentetan laporan keuangan kuartal ke-3 yang akan rilis. ACA