Mendag: di Tengah Sengketa Nikel, Indonesia Bisa Bertanding Juga Bersanding

Media AsuransiSengkarut persoalan gugatan Uni Eropa terhadap Nikel Indonesia yang sudah berlangsung sejak 2016 Ke World Trade Organization (WTO), tidak mempengaruhi keharmonisan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (Comprehensive Economics Partnership Agreement/CEPA).

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan gugatan dan negosiasi yang dalam IEU CEPA adalah dua hal yang berbeda. Dimana, Sengketa dalam dunia perdagangan internasional adalah hal yang biasa, tergantung dari posisi Indonesia menyiapkan bukti yang dapat membantah semua yang dituduhkan dalam sengketa.

“Posisi Indonesia dalam melihat IEU CEPA adalah proses negosiasi untuk menciptakan market access, Eropa sendiri menilai dalam perjanjian CEPA untuk jangka panjang bisa memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Nilainya bahkan bisa mencapai 4,5 miliar sampai 5 miliar euro per tahun pada 2030,” kata Lutfi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 15 Januari 2021.

Baca Juga : Jawab Tantangan Pandemi Covid-19, OJK Fokus 5 Prioritas Kebijakan

Menurutnya, dalam pandangan Indonesia IEU CEPA telah memberikan kontribusi yang baik dalam menyerap lapangan kerja yang besar. Dari jumlah perusahaan Eropa yang berinvestasi di Indonesia setidaknya mampu menyerap lapangan pekerjaan lebih dari 1,1 juta pekerja.

“Perjanjian perdagangan IEU CEPA itu tentunya dapat memberi keuntungan bagi Indonesia. Tidak hanya berkontribusi dalam menopang pemulihan ekonomi juga dapat meningkatkan laju pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

Mendag menegaskan dalam gugatan yang tengah dihadapi Indonesia dalam persoalan Nikel dapat memberikan posisi yang baik  untuk menyiapkan berbagai langkah strategis untuk membantah semua tuduhan yang Eropa bawa ke WTO.  

Baca Juga: Neraca Dagang 2020 Surplus, Presiden Peringatkan Jangan Berpuas Diri

“Indonesia pastinya akan meladeni semua yang mereka tuduhkan dengan bantahan data yang kita miliki. Kita buktikan bahwa Indonesia tidak seperti yang mereka kira. Ujungnya adalah produktivitas dan efisiensi di mana kita bisa bukan saja bertanding tapi juga bersanding,” jelasnya. One