Mengawali Pekan Ini, IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Media Asuransi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 28 September 2020, diperkirakan memiliki potensi untuk menguat menuju level 5.060.

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG bergerak rebound tepat di level support lower bollinger bands dengan indikasi bullish reversal menguji kembali resistance MA20 dan upper bollinger bands.

Setelah Terkoreksi 3 Hari, IHSG Berpotensi Rebound

Indikator Stochastic bergerak golden-cross pada area oversold dan indikator RSI bergerak dengan momentum reversal serta pergerakan MACD dan Signal line yang mulai menjenuh mengiringi penguatan histogram. “Sehingga kami perkirakan IHSG berpeluang menguat di awal pekan dengan support resistance 4.915-5.060,” jelasnya melalui riset resmi yang diterima Media Asuransi, Senin, 28 September 2020.

Menurutnya, saham-saham yang menarik secara teknikal di antaranya; AALI, ADHI, BBTN, INCO, LSIP, SMGR, dan SMRA.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG (+2,13 persen) ditutup menguat signifikan di akhir pekan (25 September 2020) ke level 4.945,79 seiring penguatan di bursa regional.

Secara sektoral, motor penggerak IHSG yaitu sektor aneka industri (+4,43 persen) dan keuangan (+3,03 persen). Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp829,6 miliar, dengan saham-saham yang menjadi top net sell antara lain TLKM, BBCA, ICBP dan BBRI.

Sejalan dengan IHSG, mata uang rupiah menguat 0,12 persen ke level Rp14.872 per dolar AS. “Meski demikian, IHSG telah terkoreksi 2,24 persen dalam seminggu terakhir akibat Kembali meluasnya pandemi Covid-19, sehingga menyebabkan beberapa negara terutama di Eropa kembali melakukan lockdown. Selain itu, tekanan IHSG pekan lalu juga datang dari proyeksi terbaru pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2020 yang akan turun lebih dalam dibandingkan proyeksi awal,” terang Lanjar.

Sementara itu, Indeks Nikkei (+0,55 persen) dan TOPIX (+0,59 persen) membuka perdagangan awal pekan dengan optimistis karena investor mempertimbangkan tanda-tanda pemulihan lebih lanjut di China terhadap lebih banyak wabah virus di beberapa bagian dunia.

Data selama akhir pekan menunjukkan laba di perusahaan industri China tumbuh selama empat bulan berturut-turut pada Agustus. Di Amerika serikat, Demokrat dan Republik harus mengambil langkah untuk menyelesaikan paket bantuan stimulus sebelum pemilihan 3 November setelah menemui jalan buntu pada awal Agustus.

Dari komoditas, harga minyak WTI (-0.40 persen) turun ditengah kekhawtairan lonjakan virus yang menghantui turunnya permintaan dan harga emas (-0,03 persen) terkoreksi tipis. “Secara sentimen IHSG akan Kembali mencoba menguat di tengah optimisme bursa Jepang di tengah pemulihan ekonomi di China. Dari dalam negeri lonjakan virus serta perpanjangan PSBB masih menjadi fokus investor”. ACA