Moody’s: Perbankan Indonesia Punya Penyangga Hadapi Tekanan Tambahan

     Media Asuransi – Moody’s Investors Service menilai pandemi virus corona atau Covid-19 telah menekan kinerja perbankan Indonesia pada pada paruh pertama 2020. Namun, posisi permodalan dan likuiditas yang masih kuat diperkirakan dapat menjadi penyangga untuk menghadapi tekanan tambahan.

      Analyst Financial Institutions Group Moody’s Investors Service Li Tengfu mengatakan, tekanan terhadap industri perbankan di Indonesia pada semester I/2020 terlihat dari dua indikator. Pertama, indikator restrukturisasi kredit  yang meningkat secara signifikan yang menunjukkan penurunan kualitas aset.

  “[Kedua], biaya kredit yang meningkat tajam dan membebani profitabilitas,” katanya melalui surel yang diterima Media Asuransi, Sabtu, 22 Agustus 2020.

      Dia menjelaskan, di antara bank-bank di Indonesia yang diperingkat oleh Moody’s, sekitar 10 persen hingga 20 persen dari total pinjaman telah direstrukturisasi sebagai akibat dari wabah virus Covid-19. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan pada kualitas aset.

    “Biaya kredit bank juga naik rata-rata sekitar 100 basis poin dibandingkan dengan  periode yang sama tahun lalu.”

      Namun demikian, lanjut Li Tengfu, posisi modal, provisi kerugian pinjaman, dan likuiditas tercatat tetap kuat sehingga memberikan penyangga yang cukup bagi perbankan di Indonesia untuk menyerap tekanan finansial tambahan.

           Moody’s mencatat rata-rata rasio Common Equity Tier 1 dan Liquidity Coverage masing-masing lebih dari 18 persen dan 180 persen pada paruh pertama tahun 2020, yang jauh di atas tingkat minimum yang diisyaratkan oleh regulator dan tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Pasifik.  ACA

%d bloggers like this: