Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Minat PLAN untuk IPO

Media Asuransi – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan emiten pendatang baru yaitu PT Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN).

Emiten dengan kode saham PLAN tersebut menjadi perusahaan tercatat ke-46 pada tahun 2020 di BEI. Sepanjang tahun ini, BEI menargetkan IPO saham mencapai 57 emiten baru. Artinya, di tengah pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhir, target tersisa BEI hingga akhir tahun adalah 11 emiten baru.

Berdasar keterangan resmi BEI, dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham kali ini, PLAN melepas sebanyak 892.856.800 lembar saham dengan harga penawaran senilai Rp112 per lember saham.

Setelah IPO, komposisi kepemilikan saham berubah menjadi 30 persen saham dimiliki investor publik, 67,14 persen saham dimiliki oleh PT Wahana Tata Bangun, dan 2,86 persen saham dimiliki oleh Antonyo Hartono Tanujaya. Selain saham baru, PLAN juga menerbitkan waran.

Hingga penutupan perdagangan sesi pertama, harga saham PLAN ditransaksikan menguat 9,82 persen ke level Rp123 per saham.

PLAN merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang properti, akomodasi, dan manajemen perhotelan. Ke depannya, PLAN juga akan menyediakan layanan mulai dari bantuan teknis, prapembukaan hotel, manajemen operasi harian, penjualan & pemasaran di mana fokus untuk hotel, resort, villa, dan apartemen.

Dana yang diperoleh dari IPO ini sekitar 20 persen akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan yang bergerak di bidang hotel manajemen. Selanjutnya, 80 persen akan digunakan perseroan untuk pembangunan infrastruktur dan interior hotel yang terletak di area Kelapa Gading.

Sepanjang tahun 2019, PLAN mencetak pendapatan sebesar Rp4,58 miliar dan laba komberehensif sebesar Rp818 juta. Sementara itu, total aset yang dibukukan PLAN tercatat sebesar Rp59,16 miliar dan total liabilitis sebesar Rp23,6 miliar.

Pada awal pekan kemarin, BEI juga kedatangan emiten baru yakni PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO). Emiten yang bergerak dalam bidang usaha pengolahan distribusi hasil perikanan (rajungan dan makanan laut beku) itu mencatatkan sebanyak 2,16 miliar lembar saham dengan kapitalisasi pasar senilai Rp227,07 miliar dengan harga penawaran senilai Rp105 per lembar saham.

Hingga penutupan perdagangan sesi I hari ini, 15 September 2020, harga saham ENZO ditransaksikan melemah 6,38 persen ke level Rp132 per lembar saham. ACA