Pefindo Tegaskan Peringkat idAA kepada Indonesia Re

Media Asuransi – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat utang perusahaan idAA dan peringkat obligasi wajib konversi perusahaan I Tahun 2014 di idAA- dengan outlook stabil kepada PT Reasuransi Indonesia Utama alias Indonesia Re.

Mengutip keterangan resmi Pefindo, Selasa, 15 Desember 2020, dijelaskan bahwa perusahaan asuransi dengan peringkat idAA memiliki karakteristik keamanan keuangan yang sangat kuat dibandingkan perusahaan lainnya di Indonesia, dengan hanya sedikit perbedaan dibandingkan peringkat yang lebih tinggi.

Indonesia Re Salurkan 1.000 Paket Sembako

Efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan. Kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia, adalah sangat kuat. Tanda kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

Pefindo menjelaskan, peringkat tersebut merefleksikan pentingnya peranan Perusahaan dalam mendukung misi Pemerintah, posisi pasar yang kuat di bisnis reasuransi, dan permodalan yang sangat kuat. Akan tetapi, peringkat tersebut dibatasi oleh kinerja operasional yang moderat. Peringkat dapat dinaikkan jika Indonesia Re dapat meningkatkan premi reasuransinya secara signifikan, disertai dengan kinerja keuangan yang baik.

“Peringkat dapat diturunkan jika terjadi penurunan signifikan pada posisi bisnis, atau bila kinerja operasional atau indikator permodalan Indonesia Re menurun secara material, sehingga menghambat pertumbuhan bisnis Perusahaan. Peringkat juga dapat diturunkan bila Pefindo melihat adanya penurunan tingkat dukungan dari Pemerintah,” tulis Pefindo.

Pefindo melihat bahwa inisiatif program pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tengah pandemi Covid-19 akan berdampak moderat pada produksi bisnis baru di industri reasuransi, khususnya kelas-kelas bisnis yang terkena dampak langsung seperti kendaraan bermotor, engineering, dan suretyship.

Sektor properti juga dapat terpengaruh pada tingkat yang lebih rendah, karena permintaan untuk pembaruan reasuransi masih ada. Dampak dari Covid-19 pada kelas bisnis yang terpengaruh secara signifikan dapat membatasi kemampuan perusahaan reasuransi untuk mendapatkan bisnis baru dan memperbarui polis, sehingga mempengaruhi profil keuangan perusahaan reasuransi, terutama kinerja operasional dan profil likuiditas.

Secara umum, Pefindo memperkirakan perusahaan reasuransi memiliki bantalan likuiditas yang memadai, karena sebagian besar porsi investasi ditempatkan pada aset likuid. Pefindo memiliki ekspektasi bahwa pandemi Covid-19 memiliki dampak yang moderat terhadap Indonesia Re, didukung oleh ketersediaan investasi yang likuid dan portofolio kualitas aset yang secara umum kuat.

Pefindo menilai Perusahaan akan mempertahankan besarnya porsi deposito berjangka di bank-bank termuka dalam portofolio investasinya, untuk mengelola likuiditasnya terhadap potensi klaim, tercermin dari porsi deposito berjangka yang masing-masing sebesar 38,1 persen dan 37,9persen pada periode 30 September 2020 dan 31 Desember 2019.

“Kami menilai profil investasi ini tidak akan terlalu terpengaruh oleh pandemi Covid-19 dibandingkan dengan investasi pada pasar modal. Namun, kami juga melihat bahwa penurunan ekonomi akibat pandemi telah menurunkan premi baru di beberapa kelas bisnis, seperti kargo, marine hull, kecelakaan diri, dan kendaraan bermotor. Kami akan terus memantau kondisi bisnis dan keuangan Perusahaan, khususnya produksi premi, kinerja operasional, dan profil likuiditas”.

Indonesia Re merupakan perusahaan reasuransi lokal terbesar di Indonesia dalam hal total aset dan ekuitas, menyediakan jasa reasuransi jiwa maupun umum. Perusahaan juga memiliki dua anak usaha yaitu PT Asuransi Asei Indonesia yang melayani jasa asuransi umum dan PT Reasuransi Syariah Indonesia yang melayani jasa reasuransi syariah. Indonesia Re dimiliki sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia. ACA