Pembiayaan 2021: CIMB Niaga Syariah Incar Pertumbuhan 10 Persen

Media Asuransi – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) akan memproyeksilam pertumbuhan pembiayan double digit di tahun 2021 mendatang. Walaupun  secara rata-rata perbankan itu menargetkan pertumbuhan single digit di tahun depan, di CIMB Niaga Syariah optimistis dapat tumbuh setidaknya 10 persen.

CIMB Niaga Syariah Selengarakan Online Gathering ‘Kolaborasi Untuk Negeri’

“Persiapan kami ke arah sana sudah ada. Euforia untuk memajukan Islamic Banking juga sudah ada, baik di sisi masyarakat maupun pemerintah. Paling tidak hal itu memberikan rasa percaya diri bahwa pada tahun depan kami dapat minimal meraih pertumbuhan 10 persen dari seluruh sisi, baik liabilities, aset, maupun profitabilities,” kata Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara saat acara online gathering dengan tema “Kolaborasi Untuk Negeri”, Senin, 7 Desember 2020.

Pandji mengakui bahwa sebenarnya memproyeksi tahun 2021 itu sesuatu yang sangat susah, karena asumsi yang kita gunakan untuk 2021 sangat cair. “Begitu banyak asumsi yang masih belum jelas. Mari kita lihat, salah satu asumsi penting itu adalah sudah adanya vaksin di tanah air pada tahun ini. Hal ini akan memberikan sentimen positif bagi kita,” katanya.

Lebih lanjut, dia jelaskan bahwa kalau melihat sejarah CIMB Niaga Syariah, petumbuhan dalam empat hingga lima tahun terakhir, setidaknya sampai tahun 2019, baik pembiayaan, pendanaan, maupun profitability, itu rata-rata tumbuh di atas 25 persen. Kecuali di tahun 2020 ini.

“Nah bagaimana dengan tahun 2021. Kalau kita lihat yang menjadi target kami di tahun 2020 ini adalah bagaimana kami memperbaiki kualitas dari aset-aset CIMB Niaga Syariah, bagaimana kami menyiapkan bank ini secara digital yang lebih baik, bagaimana bank ini likuiditasnya menjadi lebih baik. Kami merasa di tahun 2020, PR-PR ini sudah dapat kami lakukan dengan baik, sehingga ada sedikit rasa optimisme bahwa di tahun 2021 dengan mengacu pada asumsi-asumsi yang positif misalnya ketersediaan vaksin tadi,” jelas Pandji.

Menurut dia, pada tahun 2020 ini pembiayaan konsumer itu tumbuh, memang pertumbuhannya tidak sebesar yang terjadi pada tahun 2019. “Namun kita lihat KPR tumbuh. Nah dari sisi aset kita lihat paling tidak ada pertumbuhan di situ. Nah dari sisi liabilities pertumbuhan dana cukup baik, kita lihat CASA ratio CIMB Niaga Syariah tumbuh 20 persen hingga 11 bulan ini,” tuturnya.

Dari sisi pendanaan, produk unggulan yang tumbuh tinggi itu adalah tabungan haji. Jika per Desember 2018 jumlah penabung haji kurang lebih 80 ribu, kemudian per Desember 2019 jumlahnya sudah meningkat menjadi 130 ribu. Per November 2020 jumlahnya sudah mencapai 150 ribu.

Sementara itu, KPR juga terus tumbuh. Per Desember 2018 nilai pembiayaan untuk perumahan masih sekitar Rp8 triliun, di Desember 2019 sudah Rp12 triliun, dan di akhir tahun ini diperkirakan nilainya sudah mencapai Rp15 triliun. ?Ini tentu akan mendongkrak performance bisnis, sehingga KPR ini akan memiliki porsi terbesar di asuransi syariah. Kami juga terus berusaha untuk meningkatkan pembiayaan sindikasi untuk korporasi. Di tahun 2019 kita masih menduduki posisi nomor 4 di market,” jelasnya.

Pandji menjelaskan bahwa kalau lihat pertumbuhan KPR-nya saat ini sudah lebih meningkat dibandingkan di kuartal kedua. Di tahun 2020 pertumbuhan KPR ini akan lebih mendekati pertumbuhan di tahun 2019. “Kami pun lebih banyak ke arah pertumbuhan konsumerisme untuk tahun 2021. Bukan berarti sektor lain tidak, namun ini yang akan menjadi pendorong terbesar perumbuhan. Selain itu, kami juga berupaya menjaga aset-aset itu tetap berkualitas baik,” tambahnya.

Dari sisi laba tahun ini diperkirakan akan tumbuh. “Kita lihat tahun lalu per Desember, menghimpun laba kurang lebih Rp1,15 triliun sebelum dipotong pajak. Tahun ini sampai September 2020 labanya sudah Rp1 triliun, sehingga insyaallah hingga Desember mendatang kita akan dapat melampaui pencapaian laba tahun lalu,” kata Pandji. Edi