Pemerintah Dorong Pemanfaatan Teknologi Digital Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Media Asuransi – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam acara webinar bertajuk How Technology is Driving Changes in Indonesia in 2021 yang diselenggarakan oleh perusahaan penyedia layanan geospasial terdepan di Asia dan Indonesia, PT Bhumi Varta Technology (BVT), Kamis 14 Januari 2021.

Sandiaga yang baru saja menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama itu mengatakan, transformsi digital dibutuhkan oleh semua sektor usaha untuk membantu meningkatkan bisnis terutama dalam situasi pandemi seperti saat ini.  

Menurutnya, adopsi digital yang dilakukan secara tepat akan membuat bisnis menjadi makin efisien dan tidak akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja sehingga tidak perlu dikhawatirkan bahwa transformasi digital akan memicu terjadinya pengangguran.

Baca juga: 

Dalam program kerjanya, Sandi mengatakan pemerintah akan mencari mitra pelaku teknologi digital untuk bekerja sama dalam rangka menciptakan lapangan pekerjaan dan pengembangan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. “Pemanfaatan teknologi ini kami harapkan 10 persen-15 persen bisa berkontribusi ke sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Founder sekaligus President Director PT Bhumi Varta Technology (BVT) Martyn Terpilowski mengatakan, BVT memiliki produk peta digital yang dilengkapi dengan big data dan machine learning yang bisa digunakan untuk membantu berbagai jenis bisnis.

“Data kami meliputi 2 juta Points of Interest (POI’s) di Indonesia, 30 sets data tematik, data dari 138 juta perangkat mobile yang menunjukkan lalu lintas manusia dan data yang berhubungan dengan tingkah laku,” jelasnya.

Selain itu, sambung Martyn, BVT juga memproduksi peta Indonesia sendiri yaitu LokasiMaps untuk API routing dan Dheket, sebuah aplikasi yang berbasis geofencing yang ditujukan untuk membantu menyediakan periklanan yang efektif bagi komunitas usaha kecil menengah (UKM).

Dia menjelaskan, pemanfaatan teknologi tidak harus berinvestasi dengan dana besar, tetapi cukup dengan bergabung dalam komunitas digital yang sudah ada seperti pembayaran digital dan marketplace.

CEO BVT Jullian Gafar mengatakan, pemanfaatan teknologi digital pada tahun 2021 diperkirakan akan semakin merajalela seiring dengan kebutuhan dari pelaku usaha. Dia mencontohkan bagaimana teknologi cloud akan menjadi arus utama alias mainstream di kalangan dunia usaha.

Namun demikian, jelasnya, tren perkembangan pemanfaatan teknologi khususnya terkait ecommerce juga bergantung pada penanganan Covid-19 dan proses pemulihan ekonomi terutama dalam peningkatan daya beli masyarakat. “Pemanfaatan teknologi digital sebenarnya tidak sulit tapi kembali pada keinginan untuk melakukan sesuatu,” ujarnya. Aca

 

Leave a Reply