Pemerintah Klaim Perbaikan Ekonomi Terus Berlanjut

Media Asuransi – Pemerintah menilai perbaikan ekonomi masih berlanjut pada September, kendati kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diberlakukan. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, meskipun PMI manufaktur mengalami sedikit kontraksi, konsumsi listrik, impor bahan baku dan modal, sertabelanja bantuan sosial menunjukkan peningkatan, sedangkan Indeks Keyakinan Konsumen dan ekspektasi konsumen tertahan (mtm). 

“Selanjutnya, ekspor dan impor bulan September 2020 menunjukkan tanda-tanda perbaikan atau tumbuh (secara mtm). Tumbuhnya ekspor disebabkan meningkatnya ekspor migas ke negara ASEAN yang mulai merelaksasi lockdown, dan nonmigas (CPO) terutama tujuan Cina yang mulai pulih, sedangkan impor didorong dari migas dan nonmigas,” jelasnya melalui keterangan resmi yang dirilis Senin, 19 Oktober 2020. 

Menurutnya, akumulasi Neraca Perdagangan melanjutkan tren surplus berturut-turut selama 5 bulan terakhir. Di pihak lain, likuiditas berlimpah seiring dengan masih terbatasnya kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terus meningkat.

Sementara itu, bulan September masih terjadi deflasi yang menurun di 0,05 persen. Hingga September, laju inflasi mencapai sebesar 0,89 persen (ytd) dan 1,42 pesen (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan pola tiga tahun terakhir sebesar 3,33 persen (yoy).  Laju inflasi umum dipengaruhi oleh tren inflasi inti yang masih melanjutkan penurunan di tengah meningkatnya inflasi volatile food. Diprediksi laju inflasi tahun ini akan berada di kisaran 2,00 persen di tengah potensi permintaan yang meningkat, volatilitas harga komoditas pangan akibat faktor cuaca dan kendala distribusi dan tambahan likuiditas di masyarakat untuk menstimulasi perekonomian. 

“Di lain sisi, penerimaan perpajakan masih melandai disebabkan oleh penambahan insentif pajak yang semakin terakselerasi, di samping masih terjadinya perlambatan kegiatan ekonomi akibat Covid-19. Sedangkan Belanja Negara terus terakselerasi didukung kinerja Pemulihan Ekonomi Nasional yang menunjukan peningkatan sebagai bagian dari stimulus untuk mendorong pertumbuhan Q3-2020. Lebih lanjut, pengelolaan pembiayaan dan kas masih sesuai dengan jalurnya (on track),” papar Menkeu.

Realisasi program PEN tercatat mengalami akselerasi yang signifikan selama bulan Agustus dan September 2020. Penyerapan belanja PEN pada bulan September tumbuh 46,9 persen dari bulan Agustus. Sampai dengan 14 Oktober 2020, realisasi PEN telah mencapai Rp344,11 triliun atau 49,5 persen dari pagu sebesar Rp695,2 triliun. 

Akselerasi tersebut didukung oleh percepatan belanja penanganan Covid-19 dan percepatan program PEN lainnya, seperti Insentif Usaha, DAK Fisik, DID Pemulihan, dan Pra Kerja, serta adanya program-program baru yang langsung segera direalisasikan seperti Bantuan Produktif UMKM (BPUM) dan Subsidi Gaji/Upah. 

Secara lebih rinci, realisasi kesehatan sebesar Rp27,59 triliun, Perlindungan Sosial Rp167,08 triliun, Sektoral K/L dan Pemda Rp28 triliun, Insentif Usaha Rp29,68 triliun, Dukungan UMKM Rp91,77 triliun, dan Pembiayaan Korporasi menunggu waktu yang tepat. ACA