Pemerintah Terbitkan SUN dalam Denominasi US Dollar Sebesar 4,3 Miliar Dolar AS 

    Pemerintah Republik Indonesia telah melakukan transaksi penjualan tiga seri Surat Utang Negara (SUN) dalam denominasi US Dollar (USD Bonds) dengan total nominal sebesar 4,3 miliar dolar AS. Tiga SUN yang diterbitkan pada tanggal 6 April 2020 itu terdiri dari masing-masing 1,65 miliar dolar AS untuk tenor 10,5 tahun, 1,65 miliar dolar AS untuk tenor 30,5 tahun, dan satu miliar dolar AS untuk tenor 50 tahun. 

   Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa ini merupakan  yang terbesar di dalam sejarah penerbitan USD bonds oleh pemerintah RI. Indonesia juga merupakan negara pertama di Asia yang menerbitkan sovereign bondssejak Covid-19 terjadi. “Di tengah kondisi pasar luar biasa gejolak, pemerintah RI berhasil terbitkan global bonds 4,3 miliar dolar AS. Ini adalah satu windowsangat kecil karena ketidakpastian di pasar global akan bergerak cukup dinamis dan tidak pasti,” katanya dalam video conferencedi Jakarta, 7 April 2020, yang disiarkan di kanal YouTube Kementerian Keuangan.

    Sri Mulyani menjelaskan bahwa sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang No. 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, Menteri Keuangan menetapkan hasil transaksi penjualan SUN dalam valuta asing sebagai berikut:

Seri : RI1030 RI1050 RI0470

Tenor : 10,5 tahun, 30,5 tahun,  dan 50 tahun

Tanggal jatuh tempo : 15 Oktober 2030, 15 Oktober 2050, dan 15 April 2070

Pricing date : 6 April 2020

Tanggal setelmen/penerbitan : 15 April 2020

Nominal yang diterbitkan : 1,65 miliar dolar AS, 1,65 miliar dolar AS, dan satu miliar dolar AS.

Tingkat kupon : 3,850 persen, 4,200 persen, dan 4,450 persen.

Yield : 3,900 persen, 4,250 persen, dan 4,500 persen.

Price : 99,573 persen, 99,150 persen, dan 99,009 persen. 

Statistik Distribusi investor akan dipublikasikan pada tanggal setelmen 

     Menurut Menkeu, penerbitan USD Bonds kali ini akan digunakan untuk memenuhi pembiayaan APBN secara umum, termasuk biaya untuk upaya penanganan dan pemulihan Covid-19. “Pembiayaan APBN melalui mekanisme pasar merupakan upaya pemerintah untuk tetap menjalankan kebijakan fiskal secara kredibel, disiplin, dan sustainabledi tengah kondisi perekonomian global yang volatile. Di sisi lain juga menggambarkan kebijakan fiskal yang responsif untuk mendukung tiga program prioritas pemerintah dalam penanganan Covid-19 yaitu penanganan masalah kesehatan, penyediaan jaring pengaman sosial, serta dukungan terhadap dunia usaha terutama UMKM,” jelasnya.

    Pada transaksi kali ini, pemerintah melakukan penerbitan tenor 50 tahun untuk pertama kalinya setelah mempertimbangkan preferensi investor global bonds pada tenor yang sangat panjang, sekaligus untuk menyeimbangkan kurva jatuh tempo Surat Utang Negara dan menciptakan acuan (benchmark) tenor baru bagi Indonesia. Dengan total penerbitan 4,3 miliar dolar AS atau yang terbesar sepanjang penerbitan USD Bonds, menurut Menkeu, transaksi ini memperlihatkan kemampuan pemerintah untuk memanfaatkan windowpenerbitan dengan baik.

    Ketiga seri SUN yang diterbitkan diperkirakan akan memperoleh peringkat Baa2 dari Moody’s, BBB dari Standard & Poor’s, dan BBB dari Fitch,  serta akan dicatatkan pada Singapore Stock Exchange dan Frankfurt Stock Exchange. Joint Bookrunners dalam transaksi ini adalah Citigroup, Deutsche Bank, Goldman Sachs, HSBC dan Standard Chartered Bank. Sedangkan yang bertindak sebagai co-Managers adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Edi