Pertumbuhan Premi Bancassurance dan Agency Terdampak Pandemi Covid-19

    Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengakui bahwa semua kanal distribusi asuransi jiwa yang memerlukan tatap muka dengan calon nasabah, terdampak oleh pandemi Covid-19 ini, khususnya kanal distribusi bancassurance dan kanal distribusi agency. Terkait dengan hal itu, AAJI sudah mengajukan permohonan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan relaksasi kepada perusahaan asuransi jiwa agar boleh memasarkan secara digital atau dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk tatap muka tenaga pemasar dan calon nasabah.  

   Mengenai dampak pandemi Covid-19 ini terhadap premi dari kanal distribusi bancassurance, menurut Budi Tampubolon, pihaknya masih menunggu data masuk dahulu dari seluruh anggota pada tanggal 30 April mendatang. “Tetapi dari diskusi dengan beberapa CEO Perusahaan asuransi jiwa, kendala pemasaran baru sungguh-sungguh dirasakan di bulan Maret 2020. Sehingga ada kemungkinan hasil kuartal pertama 2020 masih baik, terutama untuk Januari dan Februari, kemudian baru turun di Maret,” katanya saat menjawab pertanyaan Media Asuransi,24 April 2020.

   Dijelaskan juga bahwa kanal distribusi bancassurance di tahun 2019 lalu menjadi penyumbang premi pendapatan premi terbesar dengan proporsi sekitar 43 persen dan disusul kanal distribusi agency sekitar 40 persen. Data AAJI menyebutkan bahwa total pendapatan premi tahun 2019 sebesar Rp196,69 triliun, naik 5,8 persen dibandingkan total pendapatan premi 2018 yang tercatat sebesar Rp185,88 triliun. Kanal distribusibancassurance menyumbang pendapatan premi sebesar Rp84,08 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 5,4 persen dari Rp79,77 triliun di tahun 2018. Kanal distribusi agency menyumbang pendapatan premi sebesar Rp78,21 triliun di tahun 2019, naik 6,6 persen dari Rp73,36 triliun pada tahun 2018. Sementara itu pendapatan premi kanal distribusi telemarketing tercatat sebesar Rp4,09 triliun di tahun 2019, employee benefit mencatatkan pendapatan premi Rp5,37 triliun di tahun yang sama dan kanal distribusi lain sebesar Rp19,89 triliun. Edi