Prudential Indonesia Bukukan Pendapatan Premi Rp25 Triliun Tahun 2019

   PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mempertahankan kepemimpinannya di industri asuransi jiwa Indonesia, tercermin dari total pendapatan premi sebesar Rp25,0 triliun. Chief Financial Officer  Prudential Indonesia Nick Holder mengatakan bahwa pertumbuhan pendapatan premi ini didukung oleh pertumbuhan solid dari premi bisnis baru yang kuat sebesar 15 persen.

   Menurut Nick, pertumbu premi bisnis baru ini didorong oleh pertumbuhan dari saluran distribusi bisnis baru agensi yang tumbuh sebesar 25 persen dan bancassurance yang tumbuh lima persen. “Seiring komitmen kami untuk selalu mendengarkan dan memahami kebutuhan nasabah, Prudential Indonesia mencatatkan tingkat kepercayaan nasabah yang terus tumbuh. Pendapatan premi rata-rata per nasabah sekitar 8,6 persen,” katanya dalam video conference bersama wartawan di Jakarta, 14 April 2020.

   Walau mampu membukukan pendapatan premi sebesar Rp25 triliun, pendapatan premi perseroan turun 1,57 persen dibandingkan dengan pendapatan premi tahun 2018. Dalam catatan redaksi, pendapatan premi Prudential Indonesia tahun 2018 sebesar Rp25,4 triliun. Selain itu, ini adalah penurunan pertumbuhan pendapatan premi dua kali berturut-turut, karena pendapatan premi 2018 juga turun 5,22 persen jika dibandingkan dengan pendapatan premi tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp26,8 triliun.

    Nick Holder menambahkan bahwa perusahaan di tahun 2019 mencatatkan total dana kelolaan sebesar Rp74,5 triliun, naik tiga persen dibandingkan total dana kelolaan tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp72,1 triliun. Total aset sebesar Rp80,7 triliun di 2019, naik dua persen dibandingkan total aset tahun 2018 yang sebesar Rp78,9 triliun. 

     Total pendapatan premi, total dana kelolaan, dan total aset Prudential Indonesia adalah yang tertinggi di industri. Selain itu, Prudential Indonesia juga mempertahankan tingkat solvabilitas (Risk Based Capital) perusahaan sebesar 678 persen (lebih dari lima kali persyaratan minimum wajib).

    Perseroan mencatatkan hasil investasi sebesar Rp5,4 triliun di tahun 2019, melonjak drastis dibandingkan dengan hasil investasi setahun sebelumnya yang tercatat minus (rugi) Rp807 miliar. Menurut Nick Holder, besarnya nilai hasil investasi ini sejalan dengan kondisi pasar yang membaik di tahun 2019 lalu.

    Sepanjang 2019, Prudential Indonesia juga kembali mewujudkan komitmennya dalam menghadirkan perlindungan jangka panjang yang komprehensif bagi nasabah melalui pembayaran total klaim sebesar Rp15,6 triliun. Nilai pembayaran klaim di tahun lalu, tumbuh 27 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp12,3 triliun.

    Sejalan dengan pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan, Prudential Indonesia juga tetap memegang posisi terdepan melalui Unit Usaha Syariah dengan mencatat pendapatan kontribusi bruto Rp3,73 triliun di tahun 2019, naik persen dibandingkan kontribusi bruto tahun 2018 yang sebesar Rp3,68 triliun. Total kontribusi bruto asuransi jiwa syariah sebesar Rp13,35 triliun, sehingga market share Prudential Indonesia Syariah di tahun 2019 sebesar kurang lebih 28 persen. Nick menambahkan, total aset Prudential Indonesia Syariah tercatat sebesar Rp9,1 triliun, dengan tingkat solvabilitas dari dana tabarru mencapai 2.581 persen dan tingkat solvabilitas dari dana perusahaan sebesar 7.300 persen.

  Sementara itu President DirectorPrudential Indonesia Jens Reisch mengatakan bahwa pihaknya bersyukur, perusahaan terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat berkat kepercayaan nasabah yang kian meningkat. Selain itu juga fundamental yang solid, seperti modal yang sehat, kapabilitas digital yang kuat untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah, disertai tata kelola perusahaan yang baik dan praktik investasi yang bertanggung jawab. “Oleh karena kekuatan kami tersebut, kami lebih siap untuk menghadapi tantangan di 2020 yang sudah dimulai bahkan sejak awal tahun,” katanya.

   Menurut Jens, sepanjang kehadirannya di Indonesia, Prudential Indonesia senantiasa mendengarkan dan memahami kebutuhan nasabah di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, di tahun 2019 Prudential Indonesia menanamkan investasi ke dalam berbagai inovasi, termasuk inovasi dalam penerapan teknologi canggih, untuk memperluas layanan kepada nasabah dan masyarakat Indonesia.  Perusahaan juga fokus pada penyediaan perlindungan kesehatan dan finansial, terutama yang berkaitan dengan solusi berkelanjutan, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menyediakan perlindungan jangka panjang.

    Beberapa inovasi yang diluncurkan tahun lalu di antaranya produk PRUCritical Benefit 88, produk asuransi tradisional yang menyediakan perlindungan terhadap dampak finansial akibat penyakit kritis. Selain itu perseroan meluncurkan PRUPrime Healthcare Plus dan PRUPrime Healthcare Plus Syariah, yakni  produk asuransi tambahan yang memberikan solusi lengkap perlindungan kesehatan dengan pembayaran manfaat sesuai tagihan rumah sakit. Perseroan juga meluncurkan PRUWorks, yakni asuransi kumpulan terpadu berbasis digital ukuran bisnis untuk pelaku UMKM dengan berbagai macam layanan.

   Untuk memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan nasabah yang terus berkembang, Prudential Indonesia memperluas jaringan PRUMedical Network (PMN). Hingga Maret 2020, PMN terhubung dengan 1.535 rumah sakit dan klinik – termasuk jaringan Preferred di 73 rumah sakit di 34 kota di Indonesia serta 4 rumah sakit di Singapura.

    Sementara itu, sebagai bagian dari strategi untuk membangun ekosistem digital yang terintegrasi, Prudential Indonesia membangun kemitraan strategis dengan para pemain terkemuka di sektor teknologi, yakni dengan OVO untuk mengembangkan berbagai inisiatif digital baru. dengan Halodoc untuk memperluas akses layanan kesehatan di Indonesia, serta bersama Tokopedia untuk menyediakan layanan pembayaran premi dan kontribusi bagi nasabah Prudential Indonesia di situs dan aplikasi Tokopedia.

    Selama 2019, Prudential juga mengembangkan Pulse by Prudential, aplikasi mobile terpadu yang menawarkan pengelolaan kesehatan holistik dan memungkinkan perusahaan memberikan layanan kesehatan yang mudah diakses bagi semua orang. Pulse sudah diperkenalkan kepada masyarakat umum di awal tahun 2020 yang selanjutnya akan diluncurkan secara resmi di tahun yang sama.

    Jens Reisch menjelaskan, sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjunjung tinggi kepercayaan nasabah, Prudential Indonesia menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan investasi yang bertanggung jawab, serta memastikan kedua aspek ini terefleksi dalam seluruh proses bisnis perusahaan. Selain itu, melalui inisiatif Community Investment, Prudential Indonesia mewujudkan komitmennya dalam membangun masa depan yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia dengan program-program yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, kesejahteraan dan kesehatan yang menyeluruh.

   CEO Prudential Indonesia ini menambahkan bahwa komitmen dalam memberikan perlindungan bagi nasabah, lebih lanjut lagi diwujudkan perusahaan di tengah kondisi pandemi Covid-19 di 2020, melalui berbagai manfaat dan kemudahan tambahan; beberapa di antaranya Kepastian Polis Aktif, Santunan Tunai Tambahan, hingga proses klaim elektronik (e-claim); yang selengkapnya dapat dilihat di bit.ly/prucovid19. “Seluruh inisiatif dan inovasi yang kami lakukan merupakan upaya kami untuk mewujudkan misi perusahaan, yaitu menjadi mitra pilihan yang menawarkan solusi asuransi berdasarkan kebutuhan nasabah untuk kesehatan, perencanaan keuangan, dan proteksi bagi individu dan bisnis, baik produk konvensional maupun syariah,” tutur Jens. Edi