Reliance Sekuritas: IHSG Berpotensi Bergerak Terbatas

Media Asuransi – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini diperkirakan berpotensi bergerak terbatas dengan tren bullish.

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG bergerak melemah tetapi tertahan pada support rata-rata 20 hari memberikan indikasi tren positif yang masih aman. 

Dia menjelaskan, IHSG memiliki support rata-rata 20 hari di kisaran 6.256 dan rata-rata 50 hari di kisaran level 6.213. Indikator stochastic menukik setelah dead-cross pada area overbought, Indikator MACD bergerak pada gerakan terkonsolidasi di middle oscillator

“Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi bergerak terbatas dengan trend bullish yang cukup panjang,” katanya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Senin, 8 Maret 2021.

Baca juga:

Lanjar menjelaskan kemarin, IHSG (-0,51%) ditutup turun sebesar 32,05 poin ke level 6.258,75 dengan pergerakan yang cenderung fluktuatif sempat berada di zona positif pada awal sesi perdagangan. 

Saham-saham di sektor Infrastruktur (-1,37%) dan Pertambangan (-2,78%) turun dengan saham TLKM (-1,2%), INCO (-6,8%) dan BYAN (-7,0%) menjadi penekan IHSG. “Turunnya harga nikel dunia menjadi katalis negatif pada perdagangan di akhir pekan. Investor terlihat berhati-hati mengambil sikap di tengah volatilitas obligasi dan ekuitas dunia,” jelasnya.

Mayoritas ekuitas Asia mengakhir pekan dengan melemah kecuali indeks TOPIX (+0,61%) yang naik lebih dari setengah persen. Indeks Nikkei (-0,23%), Hangseng (-0,47%) dan CSI300 (-0,34%) turun mengiri ekuitas berjangka AS tekonsolidasi melemah setelah Wallstreet tertekan.

Bursa Eropa menutup akhir pekan dengan melemah mengiringi pelemahan bursa Asia dan indeks berjangka AS. Indeks Eurostoxx (-0,95%), DAX (-0,96%), CAC (-0,82%) dan FTSE (-0,31%) turun sejak awal sesi perdagangan. Sedangkan bursa AS sendiri rebound sangat optimistis. Indeks Dow Jones (+1,85%), S&P500 (+1,95%) dan NASDAQ (+1,55%) naik mendekati dua persen dengan saham-saham teknologi yang rebound setelah alami rentatan aksi jual sejak awal pekan. 

Selanjutnya investor masih akan terfokus pada tingkat volatilitas obligasi dan implikasi aktivitas ekspor di Tiongkok yang naik signifikan membuat neraca perdagangan surplus pada posisi US$103,25 miliar dari US$78,17 miliar pada periode sebelumnya. Aca