Reliance Sekuritas: IHSG Masih Berpotensi Tertekan

Media Asuransi – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berpotensi tertekan setelah kembali terkoreksi -0,51% pada perdagangan kemarin.

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi mengatakan IHSG bergerak terkonfirmasi break out level support rata-rata 5 hari dan rata-rata 20 hari sehingga tekanan bearish masih cukup tinggi mendekati kembali support rata-rata 50 hari dan bullish trend line

Baca juga: Refinancing, Japfa Comfeed (JPFA) Terbitkan Global Bond US$350 Juta

Dia menjelaskan, indikator stochastic terkonsolidasi negatif dengan MACD yang flat pada area middle. “Sehingga secara teknikal IHSG masih berpotensi tertekan dengan support resistance 6.244-6.350,” jelasnya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Kamis, 18 Maret 2021. 

Menurutnya, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ADHI, ANTM, INCO, INTP, PTPP, WIKA, WSKT, dan WTON.

Baca juga: PP Properti (PPRO) Berencana Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar

Kemarin, IHSG (-0,51%) turun setengah persen sebesar 32,47 poin ke level 6.277,23 dengan saham-saham di sektor Pertanian (-1,25%), Perdagangan (-1,00%), dan Keuangan (-0,95%) menjadi yang terdalam meskipun harga CPO Malaysia naik 0,98%. “Total value transaksi menurun dari rata-rata pascapemulihan dari pandemi di tahun lalu memberikan sinyal Investor terlihat cenderung berhati-hati menanti laporan pendapatan emiten untuk tahun 2020 di penghujung kuartal pertama tahun 2021,” jelas Lanjar.

Sementara itu, Indeks Asia mayoritas kembali bergerak bervariasi. Pelemahan tipis pada Indeks Nikkei (-0,02%) dan KOSPI (-0,64%) yang juga turun lebih dari sepersen. Sedangkan Indeks Hang Seng (+0,02%) dan CSI300 (+0,42%) naik, meskipun terkonsolidasi meskipun indeks berjangka AS menguat menjelang pertemuan utama the Fed, saat para pejabat akan menyampaikan pandangan mereka di tengah pemulihan ekonomi yang mulai berkembang cukup cepat.

Baca juga: BEI Sentil Indo Premier Sekuritas Atas Kegiatan Short Selling

Adapun Bursa Eropa bergerak bervariasi dengan pelemahan terjadi pada indeks Eurostoxx (-0,16%) dan FTSE (-0,59%) mengiringi penguatan yield obligasi yang naik ke level tertinggi lebih dari setahun. 

“Investor juga menanti pertemuan the Fed sebagai indikator pemulihan ekonomi. Pertumbuhan Yield Obligasi dan inflasi yang begitu cepat, berpotensi mengubah arah kebijakan moneter. Selanjutnya investor akan menanti data keputusan bank sentral di sebagian besar negara di dunia setelah the Fed memberikan kesimpulan arah kebijakannya.” Aca