Reliance Sekuritas: IHSG Mencoba Menguat

Media Asuransi – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan mencoba menguat dengan level support resistance 6.157-6.282.

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal IHSG terkonsolidasi dengan bertahan diatas rata-rata 20 hari pada kisaran level 6.157. Hal ini memberikan kondisi yang masih cukup kuat pada trendnya meskipun potensi terkoreksi cukup wajar tersignal pada indikator momentum seperti Stochastic dan RSI. 

Baca juga: Miliki 82,92 Persen Saham, Wijaya Wisesa Realty Jadi Induk HRME

Dia menjelaskan, indikator MACD berpotensi cross over pada zona overvalue dengan akselerasi histogramnya yang cenderung menurun. “Sehingga IHSG diperkirakan masih akan bergerak cukup berat mencoba menguat pada perdagangan diawal pekan dengan support resistance 6.157-6.282,” katanya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Senin (22/02/2021). 

Menurutnya, saham-saham yang mulai dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ADRO, ANTM, ASII, BMRI, INDF, JSMR, MNCN, MYOR, dan SMGR.

Pada akhir pekan lalu, IHSG (+0,51%) ditutup naik setengah persen sebesar 31,62 poin ke level 6.231,93 dengan pergerakan yang cenderung melemah di awal sesi perdagangan. Saham-saham pada sektor Keuangan (+1,04%) dan pertambangan (+0,68%) yang menjadi pendorong penguatan disaat indeks pertanian (-0,70%) tertekan. 

“Optimisme investor sedikit kembali setelah alami aksi jual pasca direvisinya pertumbuhan ekonomi oleh Bank Indonesia Kamis lalu. Upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi dengan basis relaksasi pajak menjadi salah satu faktor. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp15,98 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Bursa Asia menutup pekan dengan bervariasi dimana pelemahan terjadi pada indeks saham Nikkei (-0,72%) dan TOPIX(-0,67%) di Jepang dan penguatan terjadi pada indeks saham hangseng (+0,16%) dan CSI300 (+0,18%) di Tiongkok. Hal ini terjadi mengiringi bervariasinya indeks ekuitas berjangka AS dan Eropa.

Baca juga:

Bahana TCW Siap Terapkan Fasilitas AKSes bagi Investor Reksa Dana

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Sukses Miliki 99,99 Persen Saham Fritolay

Bursa Eropa menutup perdagangan akhir pekan dengan menguat. Indeks Eurostoxx (+0,88%), FTSE (+0,10%) dan DAX (+0,77%) naik setelah beberapa wilayah zona Eropa mulai dilakukan pelonggaran dan vaksinasi terus berjalan. Data indeks manufaktur PMI di Jerman lebih baik dari perkiraan pada bulan Februari dan Poundsterling naik lebih dari US$1,40 untuk pertama kalinya sejak tahun 2018.

Adapun, Saham AS ditutup sebagian besar lebih rendah karena patokan imbal hasil Treasury naik ke level tertinggi dalam setahun, memperbaharui kekhawatiran bahwa kenaikan biaya pinjaman dan tekanan harga dapat menggagalkan pemulihan ekonomi. 

Utilitas dan kebutuhan pokok konsumen memimpin penurunan, sementara sektor material dan energi berakhir di area hijau. Pemerintah AS menyatakan akan bersedia untuk bertemu dengan Iran yang dimana hal tersebut membuka jalan lebih banyak pada ekspor minyak mentah. Hal tersebut membuat harga minyak mentah West Texas Intermediate turun 2,5% menjadi US$58,98 per barel, terendah dalam lebih dari seminggu pada penurunan terbesar dalam 15 minggu.

Selanjutnya dari dalam negeri investor akan menanti kajian relaksasi pajak guna mendukung pemulihan ekonomi nasional setelah pemerintah menaikan anggaran PEN menjadi sekitar Rp688,3 triliun. Dari global kenaikan yield obligasi akan masih akan menjadi alasan investor untuk melakukan switching dari ekuitas yang telah naik signifikan sejak akhir tahun 2020 ke aset berisiko lebih rendah. Aca

Leave a Reply