Sambut Bulan Inklusi Keuangan, Allianz Indonesia Luncurkan Proteksi Mikro Santunan Duka

Media Asuransi – Memasuki bulan Oktober 2020, Allianz Indonesia meluncurkan produk asuransi jiwa kumpulan mikro bernama Proteksi Mikro Santunan Duka, dalam rangka menyambut Bulan Inklusi Keuangan tahun ini. Program ini merupakan pengembangan program Allianz Uang Duka yang diluncurkan setahun yang lalu untuk membuka akses yang lebih luas dan memberikan manfaat lebih besar bagi nasabah.

Pengembangan Program Allianz Uang Duka

Keunggulan yang dimiliki Proteksi Mikro Santunan Duka yakni tersedianya pilihan premi mulai dari Rp1.500-Rp15.000 per bulan, dengan pilihan uang pertanggungan sebesar Rp2 juta-Rp20 juta. Kelompok yang bisa mendaftar dalam program ini lebih bervariatif, yakni dari berbagai badan hukum, badan usaha, maupun organisasi resmi yang telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku, dan mendaftarkan anggotanya sebagai peserta.

Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan bahwa Proteksi Mikro Santunan Duka dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas sesuai dengan kebutuhan masyarakat, apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Produk ini, ungkap Karin, juga memberikan perlindungan atas risiko meninggal dunia akibat Covid-19.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk mengasuransikan warga di lingkungan RT/RW/Kelurahan atau lingkungan sekitarnya bisa tetap mendapatkan produk ini dengan cara yang lebih mudah, meskipun di masa pandemi karena proses sosialisasi produk bisa dilakukan secara virtual sehingga warga tetap bisa berada di rumah namun tetap terproteksi.

“Mengasuransikan lebih banyak orang dan masyarakat Indonesia, selalu menjadi fokus utama Allianz Indonesia. Kami meyakini bahwa proteksi asuransi harus bisa diakses oleh semua orang, tidak hanya eksklusif untuk kelas tertentu saja. Dengan Proteksi Mikro Santunan Duka, kini masyarakat memiliki pilihan yang lebih fleksibel untuk menentukan manfaat asuransi sesuai dengan kemampuan, dan kebutuhan mereka di masa depan,” kata Karin di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Fir