Tugu Insurance Bukukan Laba Rp235,05 Miliar di Kuartal III/2020

Media Asuransi – Di tengah kondisi pandemi global yang disertai badai resesi, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencatatkan kinerja positif pada kuartal III/2020. Pada kuartal III/2020 ini, Emiten Anak Perusahaan BUMN PT Pertamina (Persero) yang memiliki kode saham TUGU ini meraih laba tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp235,08 miliar, meningkat 138,85 persen dibandingkan dengan kuartal II/2020 yang sebesar Rp98,42 miliar.

Hingga periode kuartal III/2020, Tugu Insurance mencatakan pencapaian premi secara konsolidasi sebesar Rp4,57 triliun, lebih rendah 7,35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp4,94 Triliun. Menurut Presiden Direktur Tugu Insurance, Indra Baruna, penurunan ini diantaranya diakibatkan oleh penurunan ekonomi global akibat pandemi Covid-19, penurunan harga minyak, serta pelemahan pasar modal.

“Namun kerja keras kami di masa sulit ini masih dapat mencatatkan pertumbuhan produksi premi di beberapa lini produk asuransi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” kata Indra dalam keterangan resmi, Selasa, 17 November 2020.

Lebih lanjut dijelasan bahwa kinerja induk (own operation) perolehan premi marine hull naik 29 persen dari Rp142,43 miliar menjadi Rp183,55 miliar. Kemudian diikuti dengan premi offshore naik 18 persen dari Rp440,29 miliar menjadi Rp519,69 miliar. Adapun untuk premi bond naik 32 persen dari Rp17,27 miliar menjadi Rp22,76 miliar, dan di sektor health insurance naik 32 persen dari Rp14,80 miliar menjadi Rp19,54 miliar.

“Bahkan pada kondisi industri penjualan otomotif yang masih cukup memprihatinkan, kami bersyukur bahwa premi asuransi kendaraan bermotor kami tetap mempertahankan sales dari Rp143,04 miliar di kuartal III/2020 menjadi Rp144,11 miliar” ujar Indra Baruna.

Sampai dengan 30 September 2020, kinerja hasil underwriting konsolidasi Tugu Insurance sudah mencapai Rp388,41 miliar, diikuti dengan pencatatan total aset Rp20,19 triliun, ekuitas sebesar Rp8,38 triliun. Sementara itu, tingkat Risk Based Capital (RBC) Tugu Insurance sebesar 368 persen, jauh di atas ketentuan batas minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen.

Di tengah tantangan stabilitas ekonomi global khususnya akibat pandemi Covid-19, Tugu Insurance dapat meningkatkan outlook perseroan menjadi ‘Stable’, di samping mempertahankan peringkat Rating Internasional ‘A-’ (Excellent) dari A M Best, yang merupakan lembaga pemeringkat global di bidang perasuransian. Peringkat ini mencerminkan posisi keuangan Tugu Insurance yang sangat kuat, didukung oleh operasional bisnis yang kuat dan manajemen risiko yang memadai

Indra Baruna juga menambahkan, perseroan secara konsisten terus berinovasi dalam berbagai hal untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan diantaranya melalui produk unggulan baru t-fracture, layanan Tugu Real Experience (t-rex) untuk bantuan darurat 24/7, layanan Call TIA (Tugu Insurance Assistance) 1 500 458 setiap saat, t-drive application untuk memasarkan produk t-drive maupun t-ride, serta t-friends application untuk mengarap bisnis dari keagenan.

“Kami berharap produk-produk Tugu Insurance semakin mudah dijangkau melalui berbagai kanal distribusi guna memenuhi kebutuhan asuransi pelanggan. Simplifikasi proses dengan menggunakan platform digital juga terus kami kembangkan untuk mempermudah proses pembelian hingga klaim menyesuaikan dengan gaya hidup #NewNormal,” tambah Indra. Edi