Tahun Depan Jasa Raharja Perbanyak Posko Kesehatan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, PT Jasa Raharja (Persero) kembali membuka posko kesehatan secara gratis menjelang dan paska Idul Fitri 1437 Hijriah, sebagai salah satu bentuk komitmen layanan kesehatan untuk masyarakat. Adapun titik posko kesehatan tersebut meliputi jalur darat, udara, dan pelabuhan.
Perusahaan BUMN ini juga memberikan layanan kesehatan yang beroperasi secara mobile melalui beberapa mobil ambulans yang telah disiagakan. Kegiatan sosial dimaksud merupakan program nasional yang dilakukan Kantor Jasa Raharja dari pusat sampai ke daerah, di seluruh tanah air. Program tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata dari BUMN terhadap masyarakat pengguna moda transportasi darat, laut, dan udara.
Jasa Raharja menyiagakan sekitar 500 posko kesehatan di seluruh Indonesia dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran 1437 H. Untuk memberikan kenyaman kepada pemudik yang akan merayakan lebaran di kampung halaman, perseroan memberikan pelayanan kesehatan gratis yang beroperasi sejak H-7 hingga H+7 Lebaran. Adapun jam operasinya pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.
Pelayanan kesehatan gratis ini dibuka di loket-loket dan di beberapa tempat yang menjadi sentral penumpang mudik Lebaran tahun ini, di seluruh terminal dan stasiun di Indonesia. Jasa Raharja mengerakkan layanan keliling di beberapa titik mudik seluruh Indonesia. Serta, unit keselamatan lalu lintas untuk mengantisipasi penanganan kecelakaan lalu lintas.
“Pada Lebaran tahun depan akan diperbanyak jumlah posko kesehatan dan tempatnya juga bisa diperluas agar pemudik yang berobat bisa lebih nyaman. Karena, kalau sekarang tempatnya sempit, apalagi kami tidak membatasi warga yang ingin berobat karena beberapa warga sekitar terminal maupun stasiun juga memanfatkan layanan posko kesehatan kami. Kita juga buat pos dengan instansi terkait, kepolisian, perhubungan dan instansi di daerah,” kata Direktur Keuangan Jasa Raharja Zayad Ghani awal bulan lalu, saat melakukan peninjauan ke posko kesehatan di Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulogadung, dan Stasiun Senen, Jakarta.
Berdasarkan pemantauan, di posko kesehatan tersebut telah disiapkan satu orang dokter dan perawat, serta seorang petugas Jasa Raharja yang siap siaga melayani kesehatan para pemudik, maupun sopir dan kenek hingga warga masyarakat sekitar terminal. Petugas terbagi dalam dua shift. Di dalam pos kesehatan tersebut tersedia satu bed dan
obat-obatan yang disediakan bagi pemudik secara gratis. Rata-rata per hari melayani sekitar 10-15 calon pemudik yang berobat. “Jasa Raharja menyediakan tempat pengecekan kesehatan gratis bagi pemudik dan memberikan obat-obatan secara gratis. Tujuannya agar pemudik maupun sopir yang akan melakukan perjalanan jauh kondisinya tetap sehat dan nyaman selama bepergian,” tegas dia.
Ia melanjutkan, kesehatan para sopir yang mengangkut penumpang harus benar-benar fit, karena bertanggungjawab atas keselamatan para penumpang. Diharapkan dengan kondisi sopir yang prima keselamatan penumpang juga akan terjamin dan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas. “Kami juga menyediakan ambulans untuk mengantisipasi bila nantinya ada pemudik yang perlu dirujuk ke rumah sakit Kebanyakan mereka periksa gula, tensi, dan juga keluhan seperti sakit kepala, batuk, demam, dan lain-lain,” ujar Zayad.
Jasa Raharja juga menyediakan beberapa posko pelayanan dan pengamanan (PAM) saat arus mudik Idul Fitri tahun ini. Adanya pos-pos tersebut sebagai salah satu langkah preventif khususnya untuk mencegah kecelakaan selama arus mudik lebaran. Zayad juga menjelaskan, Jasa Raharja sebagai asuransi sosial memberikan santuan kepada setiap orang yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan penumpang umum yang dijamin oleh UU Nomor 33 dan UU Nomor 34 tahun 1964.
Rinciannya korban meninggal dunia ahli warisnya berhak mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta, jika mengalami luka-luka maka berhak mendapatkan penggantian biaya perawatan maksimal sebesar Rp10 juta. Jika mengalami cacat tetap maka akan diberikan santunan maksimal Rp25 juta. Sementara bagi korban kecelakaan pesawat udara yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan maksimal Rp50 juta. “Untuk itu Jasa Raharja selalu mengingatkan para pemilik PO (perusahaan oto bus) untuk mematuhi kewajiban membayar iuran wajib Jasa Raharja
guna penjaminan penumpang jika mengalami musibah kecelakaan lalu lintas. W. Widiastuti