Harry Harmain Diah: Tokoh Inspiratif Keuangan 2016

     Ketika Widjojo Nitisastro lulus terbaik sebagai doktor ekonomi dari Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat, dan kembali ke Indonesia, ada perubahan mendasar yang dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI). Yaitu seorang dosen harus konsentrasi penuh sebagai pendidik, tidak boleh sambil bisnis. Kalau sudah telanjur bisnis dan menjadi dosen di FE-UI, harus memilih salah satu: menjadi dosen atau menjadi pengusaha.
Seorang dosen muda di FE-UI, yang juga menggeluti bisnis, bimbang. Saat itu, ia sedang mengembangkan bisnisnya, tapi juga senang sebagai dosen di almamaternya. Dia juga berhasil mendapat beasiswa untuk kuliah di New York University, di kota New York, Amerika Serikat. Tapi, akhirnya, ia memutuskan untuk menjadi pengusaha. Tak mudah menjadi pengusaha, ternyata. Ia pernah rugi besar dan hampir membangkrutkan dirinya karena dua komoditas. Yaitu rumput laut dan jambu mete. Gara-garanya, pria ini tidak dapat membedakan mana rumput laut dan yang mirip rumput laut. Begitu juga dengan jambu mete, ternyata ada yang mirip dengan komoditas ini padahal bukan.
Tapi ia bisa bangkit lagi dari kerugiankerugian yang hampir membangkrutkannya itu. Bahkan, ia mencoba untuk mendirikan perusahaan asuransi jiwa dan asuransi umum patungan, pertama di Indonesia. Tidak mudah juga, tentunya. Terpaksa, ia naik pesawat dan bicara dengan Menteri Keuangan RI Ali Wardhana, yang sedang menuju ke Amerika Serikat. Ketika izin sudah diperoleh dari Ali Wardhana, yang teman kuliahnya di FE-UI, ia turun di Hong Kong dan kembali ke Jakarta.
Harry Harmain Diah adalah tokoh asuransi Indonesia. Ia adalah salah satu pendiri Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (Apparindo) dan pernah menjadi Ketua Umum Apparindo. Asuransi jiwa dan asuransi umum serta dana pensiun merupakan ladang bisnis sektor jasa keuangan yang digelutinya dan menjadi tokoh di dalam industri tersebut.
Pada Jum’at, 13 Januari 2017, dalam pertemuan awal tahun dengan para pelaku industri jasa keuangan di Istana Negara, Jakarta, Presiden RI Joko Widodo memberikan penghargaan kepada Lembaga Keuangan dan Tokoh Inspratif Keuangan 2016 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu penerimanya adalah Dr Harry Harmain Diah sebagai Tokoh Inspiratif keuangan 2016.

     Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, danKapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Apa yang menjadi filsafat hidupnya sehingga Harry Diah bisa bertahan dalam bisnis jasa keuangan dan bahkan menjadi tokoh di dalamnya?
“Tekun, kerja yang baik, dan sabar,” kata Harry Harmain Diah, yang juga keponakan BM Diah, tokoh pers dan pendiri koran Merdeka. Mucharor Djalil