1
1

Wall Street Beragam, Dolar AS Terpuruk

Ilustrasi. | Foto: Freepik

Media Asuransi, GLOBAL – Bursa saham Amerika Serikat (AS) beragam pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Hal itu terjadi karena Nvidia membalikkan penurunan baru-baru ini dan mengakhiri hari dengan kenaikan hampir tujuh persen, sehingga mendorong kenaikan Nasdaq.

Mengutip The Business Times, Rabu, 26 Juni 2024, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,8 persen menjadi 39.112,16. Indeks S&P 500 berbasis luas ditutup menguat 0,4 persen menjadi 5.469.30. Sedangkan Komposit Nasdaq yang kaya akan teknologi adalah indeks utama dengan kinerja terbaik di Wall Street, ditutup naik 1,3 persen menjadi 17.717,65.

Investor juga mencerna data kepercayaan konsumen yang diterbitkan pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), yang menunjukkan konsumen di Amerika Serikat menjadi kurang optimistis terhadap keadaan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Rilis data penting berikutnya akan dirilis pada Jumat waktu setempat, ketika ukuran inflasi favorit The Fed diterbitkan, dan para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones Newswires dan The Wall Street Journal memperkirakan terjadi sedikit penurunan pada laju kenaikan harga tahunan.

|Baca juga: Kredivo: Transaksi Paylater di Merchant Offline Meroket 169% di 2023

“Pada dasarnya semua perhatian tertuju pada inflasi,” kata Kepala Ekonom Spartan Capital Securities Peter Cardillo.

Dolar AS melemah

Di sisi lain, dolar AS mundur dari level penting 160 yen pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Kondisi itu lantaran ketakutan akan intervensi dari pejabat Jepang menghalangi para pedagang untuk menghukum yen terlalu keras terhadap mata uang lainnya.

Di tempat lain, Bitcoin memulihkan kekuatan setelah hari terburuknya dalam lebih dari dua bulan pada awal minggu, sebagian karena aliran dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin, kata para analis.

Dolar AS terakhir melemah 0,1 persen menjadi 159,43 yen, berada pada kisaran ketat. Hal itu karena para pedagang tetap waspada terhadap pengujian level yang mendorong intervensi mata uang sebesar 9,79 triliun yen (S$83 miliar) dari Tokyo pada akhir April dan awal Mei.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Market Brief: Nasdaq Meroket Didukung Reli Saham Nvidia
Next Post Harga Minyak Dunia dan Emas Global Kompak Turun

Member Login

or