Media Asuransi, GLOBAL — Great Eastern Holdings (GEH) diperkirakan tetap mampu menjaga posisi permodalan dan profitabilitas yang solid meskipun rencana privatisasi oleh OCBC tidak disetujui oleh pemegang saham minoritas. Penolakan itu muncul dalam pemungutan suara pada Juli 2025.
OCBC saat ini masih menggenggam 93,72 persen saham GEH. Namun, struktur hak suara kemungkinan berubah karena pemegang saham minoritas akan memilih antara menerima saham bonus biasa atau saham tanpa hak suara. Langkah ini juga diharapkan bisa memulihkan porsi saham publik dan membuka kembali perdagangan saham GEH di pasar.
|Baca juga: KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Pengadaan Mesin EDC di BRI, Siapa Saja?
|Baca juga: Bos OJK Bocorkan Poin-poin Penting di POJK Ekosistem Asuransi Kesehatan
Lembaga pemeringkat S&P menyebut kondisi modal GEH akan tetap terjaga kuat meski ada penerbitan saham sesuai skema yang direncanakan. Hal ini menunjukkan ketahanan keuangan perusahaan meskipun tidak terjadi perubahan struktur kepemilikan secara penuh.
Dilansir dari Insurance Asia, Selasa, 15 Juli 2025, pada kuartal I/2025, GEH mencatat laba sebesar 345,5 juta dolar Singapura, meningkat 13 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini ditopang oleh keuntungan nilai wajar surat utang dan perbaikan bisnis asuransi inti.
Meskipun privatisasi gagal, namun OCBC tetap menjadi pemegang saham mayoritas. Situasi ini mempertegas komitmen jangka panjang bank asal Singapura itu dalam mendukung operasional dan strategi pertumbuhan GEH.
Dukungan OCBC dinilai turut memperkuat sinergi antarunit usaha dalam kerangka strategi kelompok usaha terpadu. Bisnis asuransi menjadi bagian penting dalam struktur bisnis OCBC secara keseluruhan.
|Baca juga: KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin EDC di BRI, Skor Integritas Masih Waspada
|Baca juga: Porsi Asuransi Kesehatan Swasta Hanya 5% dari Belanja Kesehatan Nasional, OJK Respons Begini!
Dengan dukungan induk yang kuat dan kinerja operasional yang sehat, GEH diprediksi tetap mampu bersaing dan menjaga stabilitas keuangannya di tengah dinamika industri asuransi regional.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News