1
1

Airlangga Beberkan Jurus Konsumsi untuk Dongkrak Ekonomi RI Capai 8%

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. | Foto: Kemenko Perekonomian

Media Asuransi, JAKARTA – Perekonomian Indonesia pada triwulan II/2025 mencatat pertumbuhan solid sebesar 5,12 persen secara tahunan. Kontribusi terbesar berasal dari konsumsi rumah tangga yang menyumbang 2,64 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi, dengan porsi mencapai 54,25 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan konsumsi berkontribusi terbesar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menyampaikan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen.

|Baca juga: BI Siap Perkuat Sinergi Global Dukung Ekosistem Pembayaran Antarnegara di Era Digital

|Baca juga: SMBC Indonesia (BTPN) Komitmen Berdayakan UMKM Lewat Gelar Daya Fest 2025

Sehingga sektor konsumsi dipandang sebagai faktor utama yang mampu mewujudkan target tersebut. Airlangga menilai pertumbuhan konsumsi turut diikuti oleh perkembangan UMKM yang berperan besar dalam mengisi sektor tersebut.

“Jadi kita lihat tadi UMKM yang mengisi sektor konsumsi itu tinggi, dan tentu kita mengapresiasi merek lokal,” ujar Airlangga, dalam acara Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2025 dikutip dari keterangan resminya, Jumat, 29 Agustus 2025.

Airlangga mengklaim berbagai program ritel yang dijalankan pemerintah seperti BINA Lebaran, Friday Mubarak, Holiday Sale, BINA Hari Belanja Diskon (HBD) Indonesia, Indonesia Shopping Festival, Jakarta Great Sale, hingga Solo Raya Great Sale dinilai sukses mendorong belanja masyarakat.

Sektor pariwisata juga diarahkan untuk menopang belanja domestik. Airlangga menjelaskan Kementerian Pariwisata mendorong strategi bundling antara belanja dan wisata agar menjadi daya tarik bagi turis, terutama wisatawan asal Malaysia yang kerap berbelanja di Indonesia.

|Baca juga: BI Rate Dipangkas, Bos Bank Mandiri (BMRI): Sinyal Positif bagi Dunia Usaha

|Baca juga: Waduh! Pengamat Sebut Kasus Jiwasraya Bikin Premi Asuransi Lari ke Luar Negeri

“Dan arahan Bapak Presiden sudah membolehkan bahwa bandara-bandara kita dibuka untuk penerbangan internasional atau regional. Nah, dengan demikian mungkin kita juga bisa mendorong program atau kampanye belanja di Indonesia,” jelas Airlangga.

Data menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada 2024 mencapai 13 juta dengan devisa Rp296 triliun. Hingga Juni 2025, kunjungan wisman sudah mencapai tujuh juta dengan proyeksi devisa Rp160 triliun. Kondisi ini dipandang memberikan peluang besar bagi sektor ritel, kuliner, dan produk kreatif lokal.

Selain itu, prospek perdagangan Indonesia juga semakin terbuka dengan finalisasi kerja sama IEU-CEPA yang memberi akses pasar Eropa tanpa biaya masuk. Kepastian tarif dengan Amerika Serikat berhasil diselesaikan, menjadikan Indonesia sebagai negara ketiga yang memperoleh kesepakatan.

Indonesia juga mencatat kemenangan di WTO atas sengketa biodiesel melawan Bahkan, Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) disebut menjadi payung utama penguatan sektor ritel sekaligus penopang ekonomi nasional.

|Baca juga: LPS Klaim Kinerja Perbankan Tetap Kinclong di Tengah Ketidakpastian Global

|Baca juga: Pemerintah Genjot Pembiayaan di Sektor Produktif Lewat 4 Skema Kredit, Apa Saja?

“Kita harus kejar pariwisata itu sebagai low hanging fruit. Dan itu juga penghasil devisa yang besar. Jadi seperti untuk mendukung pembelian di dalam negeri mari kita keroyok juga sektor pariwisata. Kalau kita keroyok antara Menteri UMKM, Menteri Perdagangan, Menteri Pariwisata saya yakin semakin lama dolar akan semakin masuk ke Indonesia,” pungkas Airlangga.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Francis Lay Sioe Ho Resmi Jadi Presiden Komisaris BFI Finance (BFIN)
Next Post Antonius Kosasih Terjerat Kasus Korupsi di Taspen, Pengamat: Fungsi Pengawasan Wajib Dipertajam!

Member Login

or