1
1

Jobstreet: Perusahaan Perlu Meninjau Ulang Paket Kompensasi Pekerja

Ilustrasi. | Foto: Tugu Insurance

Media Asuransi, JAKARTA – Belakangan ini, perhatian publik tersedot pada perbincangan mengenai besaran gaji dan tunjangan yang adil bagi sebagian kalangan. Hal  tersebut menjadi refleksi bagi kita semua tentang sudahkah sistem kompensasi di dunia kerja Indonesia benar-benar menjawab kebutuhan nyata para pekerja?

Berita baiknya, beberapa perusahaan di Indonesia kini sudah mulai memahami bahwa kompensasi tidak semata-mata berbicara tentang gaji.

Berdasarkan laporan Hiring, Compensation, & Benefit 2025 dari Jobstreet by SEEK, ada berbagai bentuk kompensasi non-gaji yang menyoroti bahwa strategi holistik semakin penting bagi para pencari kerja.

|Baca juga: Jalur Ini Bisa Membuka Peluang Bekerja di Luar Negeri

Dalam keterangan resmi dikutip, Sabtu, 30 Agustus 2025, laporan Jobstreet menemukan bahwa tunjangan transportasi menjadi tunjangan di peringkat teratas yang diberikan oleh 69% perusahaan. Selain itu, tunjangan seperti asuransi kesehatan juga telah diberikan dari sekitar 49% perusahaan, dan tunjangan untuk koneksi internet juga ditawarkan oleh 43% perusahaan untuk mendukung keseimbangan biaya hidup dan pekerjaan.

Apa yang Bisa Dilakukan Perusahaan dan Pekerja?

Di tengah meningkatnya perdebatan publik terkait gaji dan tunjangan, perusahaan seharusnya dapat terdorong untuk meninjau kembali bagaimana strategi kompensasi dirancang, bukan hanya dari sisi nominal gaji pokok, tetapi juga manfaat tambahan yang lebih relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Berikut beberapa strategi dari Jobstreet by SEEK yang bisa dipertimbangkan oleh perusahaan:

Evaluasi ulang paket remunerasi: Pastikan komponen gaji pokok dan tunjangan sudah sesuai dengan standar industri dan kebutuhan pekerja, terutama biaya transportasi dan makan.

|Baca juga: Ternyata Ini Hak Perempuan sebagai Pekerja yang Wajib Kamu Ketahui

Melengkapi paket kompensasi di luar gaji pokok: Berikan tunjangan transportasi, subsidi makan, atau insentif kesehatan yang relevan dengan biaya operasional sehari-hari untuk bekerja.

Implementasi fleksibilitas kerja: Berdasarkan laporan yang sama dari Jobstreet, 30% perusahaan di Indonesia yang di survei sudah mengadopsi benefit fleksibilitas jam kerja maupun lokasi. Maka opsi hybrid atau remote dapat membantu mengurangi biaya transportasi sekaligus meningkatkan kepuasan kerja.

|Baca juga: Life Skills di Dunia Kerja dan Pentingnya Menemukan Peluang Cuan

Komunikasi transparan: sampaikan secara terbuka kebijakan kompensasi agar pekerja merasa dihargai dan didengar.

Di sisi lain, pencari kerja juga perlu membekali diri dengan informasi yang tepat agar bisa membuat keputusan karir yang cerdas. Jobstreet menyediakan fitur Jelajahi Gaji (id.jobstreet.com/id/career-advice/explore-salaries) yang membantu pekerja mengetahui benchmark gaji sesuai peran dan industri.

Dengan data yang lebih transparan, pencari kerja bisa memiliki ekspektasi yang realistis sekaligus meningkatkan daya tawar dalam proses negosiasi.

Kesejahteraan pekerja tidak bisa hanya diukur dari angka gaji pokok. Biaya hidup yang terus meningkat dan dinamis menuntut adanya kompensasi yang lebih adaptif, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan nyata.

Momentum hangatnya sorotan publik ini bisa menjadi pengingat penting: saatnya perusahaan, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan lebih memahami realitas yang dihadapi para pekerja Indonesia. Dengan ini, kita bisa membangun dunia kerja yang lebih adil, berkelanjutan, dan mendukung kemajuan ekonomi bersama.

Editor: Achmad Aris

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post 10 Cara Ini Bisa Bikin Kamu Kaya Raya! Yuk Intip Lengkapnya!
Next Post INVESTASI SAHAM: Ini Dia Panduan Membaca Laporan Keuangan Perusahaan

Member Login

or