1
1

143 Juta Orang Diprediksi Mudik di 2026, OJK: Peluang bagi Industri Asuransi RI

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Prospek asuransi perjalanan dan kecelakaan diri menjelang momen mudik Lebaran umumnya meningkat seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat. Kondisi semacam ini bisa menjadi peluang yang perlu ditangkap oleh pelaku industri asuransi di Tanah Air.

Dengan proyeksi sekitar 143 juta orang melakukan perjalanan mudik pada 2026, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan, momentum ini tentu dapat menjadi peluang bagi industri asuransi untuk memperluas pemanfaatan produk perlindungan perjalanan.

Selain itu, lanjut Ogi, momen mudik juga dapat dimanfaatkan industri asuransi untuk semakin mendekatkan layanan asuransi kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi asuransi melalui berbagai kegiatan edukasi.

|Baca juga: Perang Timur Tengah Picu Tekanan Global, BI Siapkan Jurus Stabilkan Rupiah

|Baca juga: BI Pede Idulfitri Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap Kuat di Kuartal I/2026

“Dan penyediaan layanan perlindungan yang relevan bagi para pemudik,” kata Ogi, dikutip dari jawaban tertulisnya, Rabu, 18 Maret 2026.

Momentum positif bagi industri asuransi umum

Di sisi lain, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai, periode Ramadan hingga Idulfitri menjadi momentum yang relatif positif bagi industri asuransi umum, meski dampaknya bersifat selektif pada sejumlah lini usaha tertentu.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengungkapkan peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran mendorong potensi kenaikan premi pada produk-produk yang berkaitan langsung dengan aktivitas perjalanan.

Hal tersebut, lanjut Budi, dikarenakan terus terjadinya lonjakan dalam arus mudik, melalui berbagai jalur dan secara otomatis meningkatkan eksposur risiko kecelakaan.

|Baca juga: BI Catat Jumlah Penukaran Uang Tembus 1,076 Juta Orang Jelang Lebaran 2026

|Baca juga: OJK Siapkan New RBC, Pialang Asuransi Buka Suara soal Dampaknya ke Industri!

“Peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri mendorong potensi kenaikan pada asuransi perjalanan, asuransi kendaraan bermotor, serta asuransi kecelakaan diri mengingat risiko kecelakaan meningkat seiring intensitas perjalanan darat, laut, maupun udara,” kata Budi.

Selain perjalanan dan kendaraan, asuransi pengiriman barang atau kargo juga diproyeksikan mengalami pertumbuhan. Hal itu lantaran dalam momen Ramadan dan Lebaran identik dengan lonjakan konsumsi masyarakat yang mendorong peningkatan aktivitas distribusi barang dan transaksi e-commerce.

“Selain itu, asuransi pengiriman barang juga berpotensi tumbuh karena lonjakan distribusi dan transaksi e-commerce selama Ramadan hingga Lebaran, yang meningkatkan eksposur risiko kerusakan atau kehilangan barang dalam proses logistik,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post AdMedika Perkuat Clinical Governance Berbasis Data via Sinergi Medical Advisory Board
Next Post Maybank Indonesia  Pacu Bisnis SME, Segmen Syariah Jadi Andalan

Member Login

or