Media Asuransi, JAKARTA – Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo menilai lonjakan jumlah pemudik pada Lebaran 2026 menjadi katalis positif bagi kinerja industri asuransi Tanah Air, khususnya pada lini asuransi perjalanan dan kecelakaan diri.
Ia menanggapi pernyataan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperkirakan sekitar 143 juta masyarakat melakukan perjalanan mudik tahun ini. Menurutnya, tingginya mobilitas tersebut secara langsung akan mendorong peningkatan pendapatan premi di sektor asuransi umum.
“Lonjakan 143 juta pemudik pada Lebaran 2026 diproyeksikan OJK meningkatkan kinerja industri asuransi perjalanan dan kecelakaan diri secara signifikan,” ujar Irvan, kepada Media Asuransi, dikutip Kamis, 2 April 2026.
|Baca juga: Jangan Cuma Kejar Cuan, Bos Sequis Life: Kesehatan Juga Harus Diinvestasikan!
|Baca juga: Laba Bersih Barito Pacific (BRPT) Melonjak 1.214% di 2025, Ini Pendorongnya!
Dari sisi premi asuransi, ia melihat adanya potensi kenaikan yang cukup kuat seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan selama perjalanan. “Pendapatan premi asuransi umum diprediksi melonjak seiring tingginya mobilitas,” tukasnya.
Namun demikian, peningkatan premi juga akan diiringi dengan naiknya potensi klaim. Risiko kecelakaan, keterlambatan perjalanan, hingga berbagai insiden selama arus mudik dan balik menjadi faktor utama yang dapat mendorong klaim asuransi.
|Baca juga: Sequis Life Sebut Proteksi Asuransi Bikin Generasi Lebih Sehat dan Cerdas Finansial
|Baca juga: Bidik Rp68,4 Miliar, Asuransi Digital Bersama (YOII) Siap Right Issue
Di sisi lain, Irvan menyoroti pentingnya peningkatan literasi asuransi di masyarakat. “Dengan potensi klaim asuransi meningkat sejalan dengan risiko perjalanan, menuntut edukasi literasi yang lebih baik,” jelasnya.
Sebagai informasi, sebelumnya Kementerian Perhubungan memperkirakan bahwa pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang. Angka tersebut sedikit di bawah survei 2025 yang sebesar 146 juta.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
