Media Asuransi, JAKARTA – Data Allianz Indonesia mencatat bahwa dalam periode pasca-Lebaran, klaim kesehatan didominasi oleh sejumlah penyakit yang berkaitan dengan perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat.
Berdasarkan data klaim yang dibayarkan selama periode pasca-Lebaran 2025 hingga tiga bulan setelahnya, ada tiga penyakit yakni, hipertensi atau tekanan darah tinggi mencatat jumlah klaim dengan 718 kasus, diikuti sembelit sebanyak 284 kasus, serta gastritis atau maag sebanyak 141 kasus.
Selain itu, klaim untuk kondisi lain seperti diare, kolesterol tinggi, asam urat, gula darah tinggi juga tetap muncul dalam periode tersebut, meskipun dengan proporsi yang lebih rendah.
|Baca juga: Jaga Kesehatan, Amankan Keuangan: Ini Tips dari Allianz
dr. Argie, Head of Claim Cashless, Credentialing, Payment, and Data Analytics Allianz Life Indonesia mengungkapkan pola klaim tersebut mencerminkan bagaimana tubuh merespons perubahan pola konsumsi setelah Ramadan. “Kondisi kesehatan yang tidak terjaga tidak hanya berdampak pada kualitas hidup, tetapi juga berpotensi menambah beban finansial jika tidak diantisipasi sejak dini,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Rabu, 1 April 2026.
Sejumlah penyakit yang muncul setelah Lebaran umumnya berkaitan dengan pola makan berlebih dan minimnya aktivitas fisik. Hipertensi, misalnya, dapat dipicu oleh konsumsi makanan tinggi garam dan lemak. Sementara itu, gastritis atau maag sering terjadi akibat pola makan yang tidak teratur, dan hiperglikemia berkaitan dengan konsumsi makanan serta minuman manis secara berlebihan.
Gangguan pencernaan seperti diare dan sembelit juga kerap terjadi, terutama akibat makanan yang kurang higienis atau rendah serat. Selain itu, kolesterol tinggi dan asam urat menjadi kondisi lain yang perlu diwaspadai, khususnya bagi individu dengan faktor risiko tertentu.
|Baca juga: THR Bisa Jadi Modal Sekolah Anak, Ini Strategi ala Allianz Indonesia
Untuk membantu tubuh kembali beradaptasi setelah periode Lebaran, masyarakat dapat menerapkan langkah-langkah berikut:
– Mengatur kembali jadwal makan secara teratur setelah periode makan yang tidak menentu.
– Mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, termasuk sisa hidangan Lebaran.
– Memperbanyak asupan serat dari sayur dan buah untuk membantu sistem pencernaan.
– Mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal 2 liter per hari.
– Kembali rutin beraktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki atau olahraga ringan.
– Membatasi konsumsi minuman manis dan berkafein yang dapat memicu gangguan lambung.
– Melakukan pemeriksaan kesehatan jika mengalami gejala tertentu atau memiliki riwayat penyakit.
“Momentum setelah Lebaran seharusnya menjadi titik awal untuk kembali membangun kebiasaan hidup sehat. Dengan pola hidup yang lebih seimbang dan kesadaran akan risiko kesehatan, masyarakat tidak hanya dapat menjaga kondisi tubuh, tetapi juga meminimalkan potensi beban finansial akibat biaya pengobatan di masa mendatang,” ujar dr. Argie.
Editor: Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
