Media Asuransi, JAKARTA – Evaluasi asuransi bukan hanya sekadar rutinitas tahunan. Akan tetapi juga sebuah langkah penting untuk memastikan bahwa kamu dan keluargamu tetap terlindungi sesuai dengan perubahan yang terjadi dalam hidupmu.
Mengutip Allianz, Minggu, 4 Januari 2026, dari perubahan dalam keluarga hingga kondisi keuangan yang fluktuatif, setiap aspek memiliki dampak langsung pada kebutuhan perlindunganmu. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengevaluasi asuransi:
1. Penambahan anggota keluarga baru
Dalam hidup, sering kali kita mengalami perubahan besar seperti menikah, memiliki anak, bercerai, atau kehilangan anggota keluarga. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi kehidupan pribadi kita, tetapi juga kebutuhan asuransi kita. Misalnya, saat ada tambahan anggota keluarga, kamu perlu menyesuaikan Uang Pertanggungan (UP) asuransi jiwa kamu agar semua anggota keluarga terlindungi.
2. Kemampuan finansial
Perubahan dalam karier dan bisnis dapat memengaruhi kemampuan finansialmu dari tahun ke tahun. Saat penghasilanmu meningkat, mungkin ini waktu yang tepat untuk menambah proteksi. Namun sebaliknya, saat menghadapi kesulitan keuangan, kamu bisa mempertimbangkan untuk menurunkan proteksi sementara waktu hingga kondisi finansialmu membaik. Sangat penting untuk mengalokasikan dana yang cukup untuk asuransi, terlepas dari kondisi finansialmu. Para perencana keuangan sering menyarankan untuk mengalokasikan minimal 10 persen dari penghasilanmu untuk premi asuransi agar kamu tidak underinsured.
3. Posisi utang
Utang adalah bagian dari kehidupan banyak orang. Pastikan semua utangmu terlindungi oleh asuransi jiwa. Ini penting agar keluargamu tidak terbebani utang jika kamu meninggal dunia. Jika kamu memiliki utang dari sumber nonbank, seperti kerabat atau investor, kamu mungkin perlu membeli asuransi jiwa mandiri dengan UP yang cukup untuk menutupi utang tersebut.
4. Inflasi biaya rumah sakit
Biaya kesehatan di Indonesia telah mengalami kenaikan signifikan. Menurut survei terbaru dari Mercer Marsh Benefits (MMB) 2021-2023, inflasi medis di Indonesia mencapai 13,6 persen di 2023, jauh melampaui inflasi ekonomi. Hal ini menunjukkan pentingnya mengevaluasi cakupan asuransi kesehatanmu. Mungkin asuransi kesehatan yang kamu beli beberapa tahun lalu sudah tidak cukup lagi untuk menutupi biaya kesehatan saat ini. Saat melakukan evaluasi asuransi, kamu bisa periksa perkembangan harga kamar rawat inap dan tindakan kesehatan yang berlaku di kotamu, dan sesuaikan manfaat asuransi kesehatanmu dengan kenaikan biaya medis.
5. Perubahan gaya hidup
Gaya hidupmu juga bisa berpengaruh besar pada kebutuhan asuransi. Misalnya, jika kamu mengalami peningkatan stres atau perubahan pola makan, ini bisa meningkatkan risiko penyakit kritis di masa depan. Pastikan asuransi jiwa dan kesehatan yang kamu miliki sudah mencakup perlindungan untuk penyakit kritis yang mungkin muncul akibat perubahan gaya hidupmu. Selain itu, pertimbangkan juga fasilitas yang kamu inginkan dari asuransi, namun tetap sesuaikan dengan kondisi finansialmu. Misalnya, mungkin kamu ingin fasilitas yang lebih nyaman, seperti kamar rawat inap VIP.
6. Periode pembayaran premi
Kondisi keuanganmu juga memengaruhi cara kamu membayar premi asuransi. Jika keuanganmu stabil, pembayaran premi secara bulanan mungkin cocok. Namun, jika kamu mengalami ketidakstabilan finansial, pertimbangkan pembayaran premi yang lebih jarang, seperti triwulanan atau tahunan. Ingat, pembayaran premi secara triwulan atau tahunan memungkinkan kamu untuk mengeluarkan uang lebih besar per pembayarannya, namun ini bisa membantu kamu mengatur arus kas setiap bulan, memastikan kebutuhan sehari-hari terpenuhi sementara polis asuransi tetap aktif.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
