1
1

AAUI Siapkan Amunisi Utama untuk Tingkatkan Penetrasi Asuransi Bencana di RI

Ilustrasi. | Foto: Insurance Asia/Vlad Deep from Unsplash

Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyoroti rendahnya penetrasi asuransi bencana atau parametrik di Tanah Air. Karena itu, AAUI menyiapkan strategi jangka panjang yang berfokus pada penguatan literasi, pemulihan kepercayaan publik, serta pengembangan skema embedded insurance.

“Tentu literasi tetap menjadi (isu) utama. Literasi itu kan bukan sekadar produk. Tapi yang saat ini menjadi PR besar sudah mulai cukup lama adalah trust issue-nya,” kata Direktur Eksekutif AAUI Cipto Hartono, kepada awak media, di Wisma Tugu I, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menjelaskan isu kepercayaan publik terbentuk akibat sejumlah kasus besar yang terjadi di industri keuangan yang kemudian digeneralisasi oleh masyarakat sebagai persoalan industri asuransi secara keseluruhan.

“Sayangnya kadang-kadang kan nasabah itu menggeneralisir kejadiannya, walaupun mungkin bukan industri asuransi umum. Tapi ya ini kan konteksnya asuransi, asuransi bayar, asuransi yang lain. Jadi literasi tetap penting,” jelasnya.

Lebih lanjut, Cipto menekankan peningkatan penetrasi tidak cukup hanya mengandalkan edukasi, tetapi juga membutuhkan penciptaan pasar baru melalui integrasi asuransi dalam berbagai layanan publik dan komersial.

|Baca juga: Hadapi Dinamika Global, BI Perkuat Pengelolaan Cadangan Devisa

|Baca juga: BTN (BBTN) Berencana Akuisisi Perusahaan Asuransi di 2026, Ini Respons AAUI!

|Baca juga: IFG Progress: Lemahnya Sistem Peringatan Dini Bisa Hambat Skema Asuransi Bencana

“Salah satunya adalah dengan embedded insurance ya. Asuransi yang melekat-melekat ke layanan-layanan lain,” urai Cipto.

Ia mencontohkan integrasi asuransi dalam sektor perjalanan, seperti travel. Kemudian perizinan usaha hingga usaha restoran yang memiliki risiko terhadap konsumen seperti keracunan dan lainnya. Adapun peningkatan volume peserta akan berdampak pada efisiensi premi sehingga asuransi menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat luas.

“Nah itu sebisa mungkin kalau itu embedded ke dalam produk-produk tersebut, artinya kan volumenya akan banyak. Kalau volumenya banyak idealnya premi itu menjadi sangat terjangkau. Nah dari sana akhirnya berujung kembali ke penetrasi yang meningkat,” sebut Cipto.

Dirinya menambahkan strategi peningkatan penetrasi asuransi bencana dan asuransi secara umum tidak bisa dilakukan sendiri oleh industri, melainkan harus melibatkan banyak pihak, termasuk regulator dan pemerintah.

“Mau tidak mau memang harus melibatkan banyak pihak ya. Kami di asosiasi berulang kali menyuarakan ini juga. OJK juga ternyata sekarang semangatnya demikian ya, sangat mendukung terhadap industri, bagaimana penetrasi itu meningkat,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan AAUI telah dilibatkan dalam berbagai inisiatif lintas sektor, seperti integrasi asuransi pada sektor peternakan dan program energi. “Nah hal seperti ini harapannya bisa meningkatkan inklusi secara keseluruhannya dan penetrasi keseluruhannya,” pungkas Cipto.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BRI (BBRI) Siap Tebar Dividen Interim Rp137 per Saham, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini!
Next Post AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS

Member Login

or