1
1

Allianz Life Indonesia Beberkan Strategi untuk Perkuat Unitlink

Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au. | Foto: Allianz

Media Asuransi, JAKARTA – Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au menyatakan Allianz Indonesia berkomitmen untuk memperkuat portofolio unitlink atau Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI). Apalagi, kontribusinya menyumbang 74 persen dari total premi asuransi jiwa perusahaan per Desember 2025.

“Allianz menekankan pentingnya penyederhanaan produk, transparansi informasi, serta penguatan tata kelola sebagai langkah strategis yang selaras dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membangun kepercayaan nasabah,” katanya, dikutip dari pernyataan resminya, Rabu, 25 Maret 2026.

Ia menambahkan pemanfaatan berbagai alat digital untuk meningkatkan kualitas pengelolaan produk dan pengalaman nasabah, kolaborasi dengan Allianz Global Investors Indonesia untuk mendukung kinerja dana unitlink, serta edukasi intensif kepada nasabah dan tenaga pemasar, turut menjadi bagian dari strategi Allianz.

|Baca juga: Lianawaty Suwono Borong Saham BCA (BBCA), Tujuannya Demi Ini!

|Baca juga: Bos Allianz Syariah: Persaingan Industri Asuransi Syariah Makin Ketat, Inovasi Produk Jadi Kunci

“(Hal itu dilakukan) dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” ucapnya.

Volatilitas IHSG

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kondisi pasar modal yang tertekan pada awal tahun secara umum dapat memengaruhi kinerja investasi pada produk unitlink berbasis saham dalam jangka pendek.

Namun, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan, hingga Januari 2026, klaim nilai tunai PAYDI justru tercatat menurun 3,69 persen secara tahunan (YoY), yang menunjukkan kondisi pasar saat ini belum signifikan mendorong peningkatan penarikan dana oleh pemegang polis.

“Secara umum, produk unitlink tetap dirancang sebagai solusi proteksi yang disertai komponen investasi dengan perspektif jangka menengah hingga panjang,” kata Ogi.

|Baca juga: Dirut PLN: 72.053 Personel Terus Siaga Jaga Keandalan Listrik Sambut Idulfitri 1447 H

|Baca juga: Begini Imbauan Allianz Indonesia terkait Risiko di Tengah Konflik Timur Tengah

Berdasarkan data Januari 2026, premi produk unitlink tercatat sebesar Rp4,06 triliun atau sekitar 22,59 persen dari total premi asuransi jiwa, dengan pertumbuhan 6,56 persen secara tahunan (YoY).

Perkembangan ini, masih kata Ogi, menunjukkan kinerja unitlink mulai stabil setelah dalam beberapa tahun terakhir mengalami penyesuaian seiring dengan penguatan regulasi dan perbaikan tata kelola produk.

“Ke depan, unitlink masih akan menjadi salah satu produk penting di industri asuransi jiwa, meskipun komposisinya kini lebih seimbang bersama produk asuransi kesehatan dan endowment yang juga mengalami peningkatan porsi. Struktur ini mencerminkan semakin beragamnya pilihan produk perlindungan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Etiqa dan AIA Kolaborasi Perluas Akses Takaful Lewat 6.300 Agen Asuransi
Next Post Mirae Asset Perkuat Basis Investor Ritel Lewat Kegiatan Edukasi Pasar Modal

Member Login

or