1
1

Allianz Life Indonesia Upayakan Produk Asuransi Tetap Relevan dengan Kebutuhan Pasar

Gedung Allianz Life Indonesia. Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au menegaskan penting untuk selalu mengikuti perkembangan lokal dalam menghadirkan produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah di Indonesia. Hal itu penting guna menjaga keberlanjutan bisnis di masa mendatang.

“Contoh yang sederhana kita tahu bahwa dengan perkembangan medis terbaru pengobatan dapat berubah dari tahun ke tahun tergantung pada kemajuan medis,” katanya, dikutip dari wawancaranya di salah satu TV swasta, Selasa, 31 Maret 2026.

|Baca juga: Lianawaty Suwono Borong Saham BCA (BBCA), Tujuannya Demi Ini!

|Baca juga: Bos Allianz Syariah: Persaingan Industri Asuransi Syariah Makin Ketat, Inovasi Produk Jadi Kunci

Ia menambahkan perkembangan atas kemajuan tersebut membuat Allianz Life Indonesia terus memperbarui produk yang dimiliki termasuk melakukan peninjauan guna memastikan produk yang ada tetap relevan dengan kondisi sekarang ini.

“Misalnya prosedur medis tertentu di masa lalu mungkin belum ada karena hal tersebut baru hadir. Kami ingin memastikan produk dan ketentuan polis kami benar-benar mencakup hal tersebut. Contohnya ketika kami mengembangkan produk penyakit kritis,” jelasnya.

Saat mengembangkan produk asuransi penyakit kritis, ia menjelaskan, biasanya didasarkan pada kondisi tertentu seperti serangan jantung tertentu atau jenis kanker tertentu. Namun, perlu diketahui bahwa definisi penyakit kritis dan kondisinya berubah dari tahun ke tahun.

|Baca juga: Keagenan dan Bancassurance Diyakini Jadi Sumber Utama Pertumbuhan Premi Asuransi di 2026

|Baca juga: Bos Allianz Syariah: Spin-Off Demi Bangun Bisnis Asuransi Syariah yang Berkelanjutan

Selain itu, lanjutnya, Allianz Life Indonesia juga melihat adanya tren peningkatan penyakit kritis terutama di kalangan generasi muda di bawah 45 tahun. Kondisi ini mau tidak mau mendorong adanya perubahan sehingga perlu ada penyesuaian agar sesuai kebutuhan.

“Karena itu yang kami lakukan adalah memastikan kalau dari waktu ke waktu kami meninjau produk dan konfirmasi kalau produk tersebut tetap relevan dengan pasar saat ini, khususnya untuk segmen nasabah muda yang terus berkembang,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Jajaran Petinggi BCA Kompak Borong Saham BBCA untuk Investasi Jangka Panjang
Next Post Prediksi IHSG dan 4 Rekomendasi Saham Pilihan dari Analis untuk Hari Ini

Member Login

or