Media Asuransi, JAKARTA – Direktur Allianz Life Syariah Indonesia Jazilah Firdaus menyebutkan Allianz Syariah telah mengintegrasikan prinsip maqasid syariah beserta lima pilar utamanya ke dalam strategi bisnis perusahaan. Hal itu seiring strategi pemasaran kreatif untuk menjangkau komunitas Muslim.
“Pendekatan ini tidak hanya memperkuat fondasi syariah dalam operasional perusahaan, tetapi juga menjadi pembeda utama dalam menghadirkan solusi perlindungan yang relevan, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan,” kata Jazilah, dikutip dari pernyataan resminya, Rabu, 1 April 2026.
Di sisi lain, Allianz Life Syariah Indonesia atau Allianz Syariah tidak memungkiri persaingan bisnis di asuransi syariah terbilang ketat sekarang ini. Dengan kondisi itu, inovasi produk menjadi kunci untuk bisa menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa mendatang.
|Baca juga: Bos Allianz Syariah: Persaingan Industri Asuransi Syariah Makin Ketat, Inovasi Produk Jadi Kunci
“Sudah tentu peta persaingan di bisnis asuransi syariah sangat ketat, even right now. Inovasi produk definitely itu merupakan salah satu key, karena bread and butter of asuransi adalah produk,” kata Jazilah Firdaus.
Menurutnya menghadirkan produk asuransi syariah yang berinovasi memang dibutuhkan dan juga menjadi fokus di Allianz Syariah. Selain itu, diperlukan produk asuransi syariah yang sesuai dengan perkembangan zaman dan sesuai kebutuhan dari masyarakat.
“Menghadirkan produk yang berinovasi benar sekali, itu merupakan fokus kita sebenarnya di Allianz. Maqasid syariah merupakan protection compass untuk produk yang dibutuhkan. Tapi sebenarnya kita juga ingin step away from product being known as copy and paste of product konvensional,” jelasnya.
|Baca juga: Lianawaty Suwono Borong Saham BCA (BBCA), Tujuannya Demi Ini!
Pada konteks itu, lanjutnya, Allianz Syariah pun melakukan berbagai macam pembahasan termasuk melakukan grup diskusi dengan beberapa segmen nasabah untuk mengetahui apa sebenarnya kebutuhan mereka terkait proteksi berbasis syariah.
“Sebenarnya yang mereka perlukan pada saat ini apa? Inovasi, supaya kita bisa mendapatkan insight yang sekarang sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia itu apa? Dan juga, apakah ada produk yang sama di pasaran seperti apa? Kemudian kita try to differentiate ourselves by injecting some element from the maqasid syariah,” ucapnya.
“Jadi, we’re trying to revamp all of our product pipeline based on maqasid syariah dan juga keperluan masyarakat. We are trying to be relevant di tengah ketatnya persaingan industri,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
